SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (Spemia) melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) hari ke-5 pada Jumat (25/9/2026).
Bagi siswa kelas VIII, STS mereka kali ini bukanlah berupa teori. Melainkan praktik drama dalam bahasa jawa dengan tema cerita rakyat atau dongeng tradisional.
Guru bahasa Jawa Spemia, Riestanti Dias Puspita, menjelaskan alasan pemilihan praktik drama pada STS bahasa Jawa.
“Karena materinya pada bab awal kelas VIII adalah cerita cekak, jadi akan lebih seru dan menarik jika dibuat penampilan dalam satu kelas. Selain itu, juga menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan dalam satu sama lain” terang Riestanti.
Tantangan Drama Bahasa Jawa
Siswa kelas VIII Spemia berjumlah 42 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas Al Farabi dan Al Battani.
Dua kelas tersebut menampilkan cerita yang berbeda. Kelas Al Farabi menampilkan cerita Timun Mas, sedangkan kelas Al Battani menampilkan cerita Roro Jonggrang.
Setiap siswa menampilkan dialognya masing-masing dalam bahasa jawa itu adalah tantangan sendiri bagi mereka. Bagaimana memadukan ekspresi, gerak, gestur, vokal, penguasaan naskah, serta penggunaan bahasa jawa.
Tak hanya itu penghayatan, artikulasi, kekompakan, kreativitas, dan properti juga dinilai dalam STS hari ini.
Setiap kelas sangat bekerja keras selama beberapa terakhir. Dari menyusun dan membagi dialog, latihan tiada henti, juga membuat properti cerita yang tidak sedikit. Sikap keantusiasan dan semangat mereka sebelum STS patut menuai apresiasi.
Kesan Siswa-siswi
Salah satu siswa bernama Khansa Fazila Biantara kelas Al Battani sebagai Roro Jonggrang menyampaikan kesannya usai tampil.
“Senang dan lega. Tantangannya pada STS hari ini adalah dalam menahan emosi, harus percaya diri, dan juga mendalami peran” terangnya.
Tak hanya itu, Michella Callista kelas Al Farabi yang berperan sebagai Timun Mas juga mengungkapkan pendapatnya.
“Deg-degan karena dapat peran utama. Tantangannya adalah harus bicara dalam bahasa jawa, takut lupa teks, mainin ekspresi. Tipsnya harus mempersiapkan diri latihan terus” ujar Michella.
Dua cerita tersebut selesai kurang lebih selama satu jam, dan penilaian dilakukan oleh empat guru yaitu ustadzah Riesta, ustadzah Ainin, ustadzah Ira, dan ustadzah Maya. Setiap guru diberi dua lembar kertas yang berisi daftar nama dan aspek penilaian dari STS ini.
“Alhamdulillah STS hari ini lancar. Anak-anak sangat kreatif untuk mempersiapkan kostum dan properti tanpa harus sewa. Tantangannya adalah untuk mengkondisikan saat latihan karena masih main sendiri, kurang fokus, saat tampil sangat di luar ekspetasi bisa menampilkan yang serius” ungkap ustadzah Riesta bangga.





0 Tanggapan
Empty Comments