Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi 130 Tahun KH Mas Mansur Ungkap Peran Besarnya bagi Indonesia

Iklan Landscape Smamda
Refleksi 130 Tahun KH Mas Mansur Ungkap Peran Besarnya bagi Indonesia
Refleksi 130 Tahun KH Mas Mansur Ungkap Peran Besarnya bagi Indonesia. Foto: Istimewa/PWMU.CO
Oleh : Muhammad Miftahul Muslim
pwmu.co -

Acara Refleksi 130 Tahun KH Mas Mansur yang diinisiasi Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) PDM Surabaya berlangsung hangat dan penuh diskusi. Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, Kamis (25/6/2026), menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pemikiran dan perjuangan salah satu tokoh besar Muhammadiyah tersebut.

Para peserta menelaah kuatnya pemikiran KH Mas Mansur dalam kehidupan beragama dan bernegara. Salah satu fakta yang disampaikan pihak keluarga adalah peran besar KH Mas Mansur dalam proses perumusan Pancasila, khususnya sila pertama.

“Sila pertama Pancasila itu awalnya berbunyi ‘Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’. Itu yang dirumuskan Mas Mansur, dan awalnya berasal dari kalimat syahadat Asyhadu alla ilaha illallah,” ujar Agus Rusidy, perwakilan keluarga KH Mas Mansur.

Namun, menurut Agus, rumusan tersebut kemudian diubah setelah adanya masukan dari Sukarno. Perubahan itu menunjukkan sikap kenegarawanan KH Mas Mansur yang mengutamakan persatuan bangsa.

“Tapi Mas Mansur tidak egois. Ketika diberi saran oleh Sukarno bahwa yang akan dibentuk adalah sebuah nation state, beliau akhirnya bersedia mengubahnya menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ seperti yang kita kenal sekarang,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdan Fikri Kirana, cucu KH Mas Mansur, menjelaskan besarnya pengaruh sang kakek di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, jaringan yang luas serta penguasaan ilmu agama menjadikan KH Mas Mansur memiliki posisi penting, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Mbah Mansur secara keilmuan agama sangat mumpuni. Salah satu buktinya, Majelis Tarjih Muhammadiyah lahir atas usul dari beliau. Bahkan sebelum menjadi pimpinan di PB Muhammadiyah, beliau lebih dahulu mendapat amanah sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Surabaya,” jelas Fikri.

Selain kiprahnya di Muhammadiyah, KH Mas Mansur juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia terlibat dalam BPUPKI bersama Sukarno dan tokoh-tokoh lainnya untuk merumuskan dasar negara dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

“Peran kebangsaan Mbah Mansur dibuktikan dengan keterlibatannya di BPUPKI bersama Sukarno dan tokoh-tokoh lain dalam merumuskan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Fikri, besarnya pengaruh KH Mas Mansur membuat pemerintah kolonial Belanda menganggapnya sebagai ancaman. Karena itu, beliau ditangkap dan dipenjarakan di Penjara Koblen.

“Karena dianggap sebagai sosok yang sangat berpengaruh, Mbah Mansur kemudian ditangkap Belanda dan dipenjara di Koblen,” katanya.

Fikri juga mengungkapkan cerita keluarga mengenai perlakuan yang diterima KH Mas Mansur selama berada di penjara. Berdasarkan penuturan yang diwariskan dalam keluarga, KH Mas Mansur mengaku pernah disuntik serum yang disebut sebagai serum kera.

“Selama dipenjara di Koblen, Mbah Mansur disuntik serum kera. Hal itu beliau ceritakan kepada istrinya. Kami dari pihak keluarga menduga tindakan tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan beliau melemah setelah keluar dari penjara,” ungkap Fikri.

Ia menambahkan, setelah bebas dari penjara, kondisi fisik KH Mas Mansur mengalami penurunan. Kondisi kesehatannya semakin memprihatinkan.

Tak lama kemudian, kondisi kesehatan KH Mas Mansur semakin memburuk. Keluarga sempat membawanya berobat ke RS Simpang. Namun, karena kondisinya terus menurun, Pahlawan Nasional asal Surabaya itu akhirnya wafat dalam perawatan keluarga di rumah. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 26/06/2026 08:47
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu