Dari posko transit Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur, ibu-ibu ‘Aisyiyah merawat ukhuwah melalui pelayanan kemanusiaan lintas organisasi.
Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur yang digelar di Malang pada 7–8 Februari 2025 dalam rangka Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama bukan hanya menghadirkan lautan jamaah.
Di balik keramaian itu, tersimpan kisah kebersamaan yang sederhana namun bermakna, tentang bagaimana NU dan Muhammadiyah saling menguatkan.
AksiMu Hadir dalam Semangat Kemanusiaan
Kehadiran posko-posko Muhammadiyah dalam kegiatan ini merupakan bagian dari AksiMu, gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang digerakkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang bersama jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Melalui AksiMu, Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan harmoni lintas ormas Islam.

Tiga Posko Transit Sambut Ribuan Jamaah
Dalam pelaksanaannya, tiga posko disiapkan untuk membantu penyambutan peserta mujahadah. Posko-posko tersebut berlokasi di SD Muhammadiyah 1 Malang, Masjid Khadijah, dan Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, yang dipilih karena letaknya paling dekat dengan venue acara. Sekitar 1.500 peserta diperkirakan singgah dan dilayani di tiga titik tersebut.
Gotong Royong Lintas Struktur dan Ranting
Persiapan dimulai sejak H-1, setelah rapat koordinasi bersama PCA Klojen dan PCM Klojen. Pihak Panti Asuhan Muhammadiyah menyiapkan fasilitas tempat istirahat dan kamar mandi. Sementara itu, kebutuhan konsumsi dipersiapkan secara gotong royong.
Minuman hangat disiapkan oleh Panti Asuhan Muhammadiyah, snack didukung oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Klojen, dan gorengan merupakan kontribusi dari ibu-ibu ranting. Semua berjalan saling melengkapi dalam suasana kebersamaan.

Ibu-Ibu ‘Aisyiyah Jaga Posko Sejak Tengah Malam
Tepat tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB, ibu-ibu Ranting ‘Aisyiyah Bareng 3 mulai berkumpul di Posko 3. Relawan yang bertugas diutamakan dari wilayah terdekat.
Posko ini difungsikan sebagai tempat transit sebelum jamaah melanjutkan perjalanan ke stadion, sehingga tidak diberlakukan pembagian waktu jaga secara bergiliran.

Jamaah Terus Berdatangan Hingga Subuh
Posko 3 telah dialokasikan untuk menyambut peserta dari Tulungagung dan Trenggalek, yang diperkirakan tiba sekitar pukul 03.00 dini hari. Namun dalam pelaksanaannya, beberapa rombongan seperti Banser dan Pagar Nusa dari berbagai kabupaten datang lebih awal.
Menjelang Subuh, jumlah jamaah terus bertambah hingga masjid dua lantai pun tak lagi mampu menampung seluruh tamu yang hendak melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Merawat Ukhuwah dari Posko Transit
Selepas salat Subuh, para tamu kembali bergerak menuju stadion. Meski demikian, ibu-ibu Ranting ‘Aisyiyah tetap bertahan hingga sekitar pukul 09.00 pagi, mengantisipasi jamaah yang kembali untuk beristirahat sejenak atau menggunakan fasilitas kamar mandi.
Dari posko transit, AksiMu bersama Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menunjukkan praktik nyata ukhuwah lintas organisasi melalui pelayanan kepada para jamaah Mujahadah Kubro.





0 Tanggapan
Empty Comments