Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aktif Bertanya Seputar Salat, 8 Peserta Baitul Arqom 1447 H Terima Mushaf dari PCM Driyorejo Gresik

Iklan Landscape Smamda
Aktif Bertanya Seputar Salat, 8 Peserta Baitul Arqom 1447 H Terima Mushaf dari PCM Driyorejo Gresik
Foto peserta yang mendapatkan apresiasi dari PCM Driyorejo berupa Mushaf pada acara Baitul Arqom Ramadan 1447H (Elisyah Susanty/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana Baitul Arqom Ramadan 1447 H yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Driyorejo berlangsung interaktif dan penuh antusiasme pada Sabtu (28/2/2026). Tidak hanya menyimak materi, para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik dan fikih shalat. Sebagai bentuk apresiasi, delapan peserta yang dinilai paling aktif mendapatkan hadiah mushaf Al-Qur’an.

Baitul Arqom yang digelar di aula lantai 3 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo ini mengambil tema “Menenguhkan Iman, Memajukan Dakwah, Mengokohkan Persyarikatan”. Ada 4 point utama yang akan disampaikan dalam forum ini yaitu Baca Tulis Al Quran (BTQ), Wudhu, Shalat, dan Kemuhammadiyahan. Masing – masing materi disampaikan secara bergantian oleh PCM Driyorejo selama 2 hari (27-28/2/2026).

Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen paling dinanti dalam kegiatan tersebut. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari tata cara shalat sesuai tuntunan Rasulullah, hukum gerakan tertentu dalam kondisi khusus, pakaian yang dikenakan saat shalat, hingga persoalan makmum masbuk. Abu Masykur selaku narasumber dengan sabar menjawab satu per satu pertanyaan, disertai dalil dan penjelasan yang mudah dipahami.

Abu Masykur yang merupakan salah satu pengurus PCM Driyorejo sangat mengapresiasi semangat 85 peserta Baitul Arqom kali ini.

“Di tengah menjalankan ibadah puasa, peserta saling berebut mengajukan pertanyaan seputar shalat. Para peserta saling berebut pertanyaan hingga dipenghujung waktu yang telah disediakan panitia habis. Uniknya adalah pertanyaannya berbeda beda seputar shalat,” terangnya.

Penghargaan Mushaf

Ketua panitia Teguh Abdillah, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa penghargaan berupa mushaf diberikan untuk mendorong budaya kritis dan semangat belajar dikalangan peserta.

“Baitul Arqom bukan sekadar forum mendengar materi, tetapi ruang pembinaan yang hidup. Kami ingin peserta berani bertanya dan memperdalam pemahaman ibadahnya,” ujarnya.

Delapan peserta yang menerima mushaf tampak sumringah saat namanya diumumkan. Penyerahan dilakukan secara simbolis di hadapan seluruh peserta oleh PCM dan PCA Driyorejo yang hadir. Momentum tersebut disambut tepuk tangan meriah, mencerminkan apresiasi atas keberanian dan keaktifan mereka dalam diskusi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Anisa Vidyasari, S.Pd salah satu guru SD Muhammadiyah 1 Driyorejo yang menerima mushaf, kesempatan bertanya secara langsung kepada pemateri memberikan pemahaman yang lebih utuh.

“Kadang kita ragu apakah praktik shalat kita sudah benar atau belum. Dengan forum seperti ini, keraguan itu bisa terjawab,” tuturnya.

Kegiatan Baitul Arqom ini memang dirancang sebagai penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya dalam aspek ibadah mahdhah. Shalat sebagai tiang agama menjadi tema sentral yang diangkat agar peserta semakin mantap dalam menjalankannya. PCM Driyorejo menyadari bahwa keseragaman dalam melaksanakan shalat belum bisa 100% diterapkan.

“Melalui Baitul Arqom ini diharapkan semua guru dan karyawan AUM Driyorejo memiliki kesamaan dalam tata cara shalat seperti yang tertuang dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT),” kata Abu Masykur.

Melalui apresiasi sederhana berupa mushaf Al-Qur’an, PCM Driyorejo berharap semangat belajar tidak berhenti di forum ini saja. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diamalkan serta ditularkan di lingkungan masing-masing.

Baitul Arqom Ramadan 1447 H pun menjadi bukti bahwa pembinaan yang dialogis dan partisipatif mampu menumbuhkan kesadaran beribadah secara lebih mendalam dan penuh keyakinan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu