Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ali Efendi Tekankan Peran Public Relation dalam Penguatan Citra Nasyiatul Aisyiyah

Iklan Landscape Smamda
Ali Efendi Tekankan Peran Public Relation dalam Penguatan Citra Nasyiatul Aisyiyah
Foto bersama usai materi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II yang digelar oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan Wilayah Kerja (Wilker) II berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur Muhammadiyah Karanggeneng pada Sabtu–Ahad (27–28/12/2025). Wilker II meliputi PCNA Karanggeneng, Turi, Glagah, dan Kalitengah.

Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Ali Efendi, yang menyampaikan materi Public Relation. Ia dikenal aktif dalam berbagai peran strategis persyarikatan, di antaranya Sekretaris MPKS PDM Lamongan, Wakil Ketua PCM Paciran, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Lamongan, Sekretaris MKKS SMP Swasta Kabupaten Lamongan, serta Kepala SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran.

Ali Efendi menjelaskan bahwa public relation atau hubungan masyarakat merupakan kegiatan strategis organisasi dalam membangun, memelihara, dan mengelola hubungan harmonis dengan publik, baik internal maupun eksternal. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh cara menyampaikannya kepada masyarakat.

“Sesuatu yang baik harus disampaikan dengan cara yang baik. Maka Muhammadiyah, termasuk Nasyiatul Aisyiyah, harus mampu menampilkan citra diri sebagai organisasi yang baik,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi kolektif kolegial menuntut seluruh komponennya saling mendukung dan menguatkan. Citra organisasi tidak cukup dibangun melalui narasi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ali Efendi juga mengingatkan pentingnya menampilkan wajah organisasi yang berpegang teguh pada pedoman, namun tetap akomodatif dan modernis. Menurutnya, citra yang baik lahir dari aksi nyata yang baik, konsisten, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menanamkan kesadaran bahwa kader Nasyiatul Aisyiyah perlu memandang organisasi sebagai panggilan jiwa, bahkan panggilan jihad dan perjuangan. Proses perkaderan, khususnya perkaderan formal seperti DANA II, merupakan ruh organisasi yang harus dijaga dan dihidupkan.

Materi ini menjadi penguatan penting bagi kader Nasyiatul Aisyiyah Wilker II agar mampu menjadi duta organisasi yang komunikatif, beretika, dan berdaya saing dalam menyampaikan nilai-nilai Islam berkemajuan di ruang publik.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu