Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Ngopi Santai, Alumni MIM 08 Pelangwot Lahirkan Gerakan Sedekah Sampah

Iklan Landscape Smamda
Dari Ngopi Santai, Alumni MIM 08 Pelangwot Lahirkan Gerakan Sedekah Sampah
Dari Ngopi Santai, Alumni MIM 08 Pelangwot Lahirkan Gerakan Sedekah Sampah
pwmu.co -

Tumpukan sampah justru menjadi pemandangan yang mengundang perhatian di gedung bekas TKA ABA Pelangwot, Dusun Pilangasri. Botol plastik, gelas bekas, hingga kardus terlihat menggunung di sudut bangunan itu. Namun menariknya, sampah-sampah tersebut bukan sekadar limbah, melainkan bagian dari gerakan yang lahir dari empati dan diniatkan sebagai ibadah.

Sejak pukul 08.00 WIB, para alumni MIM 08 Pelangwot bersama pemuda Muhammadiyah mulai bergerak. Pagi itu, mereka menyusuri gang demi gang, dari wilayah selatan hingga utara Pilangasri. Ada yang bertugas mengumpulkan, ada pula yang mengangkut.

Di lapangan, aktivitas tampak terbagi rapi. Ahsan Hakim dan Dedy Irmansyah fokus di bagian pengepulan, sementara Andik dan Thomas Dwi Firmansyah mondar-mandir mengangkut sampah menggunakan kendaraan sederhana. Pemandangan ini pun menarik perhatian warga sekitar.

Dalam sebuah rekaman gawai warga, terdengar suara haru saat melihat perjuangan mereka.
“Ya Allah… ya Allah… pengorbanan,” ucap salah satu warga.

Apa yang dilakukan para relawan ini tidaklah mudah. Beberapa kali tumpukan sampah yang dibawa jatuh di jalan, bahkan ada yang sempat masuk ke selokan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Bagi para alumni, kegiatan ini telah diniatkan sebagai ibadah.

“Yang penting bisa bermanfaat. Capek sedikit tidak apa-apa,” ujar Thomas sambil tersenyum.

Semangat tersebut juga ditegaskan oleh Ahsan Hakim. Baginya, aksi sederhana seperti ini merupakan bentuk dakwah nyata di tengah masyarakat.

“Selama itu amal saleh, saya tidak ada rasa gengsi. Saya ingin mengedukasi masyarakat, terutama para pemuda, untuk tidak segan melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Gerakan ini diprakarsai oleh para alumni MIM 08 Pelangwot yang peduli terhadap keberlangsungan pendidikan di madrasah. Nama-nama seperti Miftahul Huda Nahari, Thomas Dwi Firmansyah, Ahsan Hakim, Dedy Irmansyah, dan Andik menjadi bagian dari penggerak awal kegiatan ini.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menariknya, aksi ini berawal dari obrolan santai. Malam itu, di rumah Miftahul Huda Nahari, beberapa alumni berkumpul selepas salat tarawih pada malam ke-29 Ramadan 1447 H. Suasana sederhana, tanpa forum resmi—hanya ngopi santai sambil bertukar cerita.

Dari obrolan ringan tersebut, muncul kegelisahan bersama: bagaimana bisa berkontribusi untuk MIM 08 Pelangwot. Ide demi ide pun bermunculan hingga mengerucut pada satu gagasan sederhana, yaitu sedekah sampah.

Diskusi tersebut dihadiri Ahsan Hakim, Thomas Dwi Firmansyah, Ali Imron, Muhsinin, Tholha Hasan, dan Miftahul Huda Nahari sebagai tuan rumah. Kemudian disusul kehadiran Zidan dan Khanif Mahbuby yang semakin mematangkan rencana gerakan ini.

Dari sinilah gagasan berubah menjadi aksi nyata. Sampah yang biasanya dibuang kini dikumpulkan dan diniatkan sebagai sedekah untuk mendukung pendidikan. Selain membantu mengurangi limbah, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk berbagi dengan cara sederhana.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari guru, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, organisasi otonom, wali siswa, hingga masyarakat sekitar. Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama agar gerakan dapat terus berjalan.

Ke depan, para penggerak berharap sedekah sampah menjadi program berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Apa yang terlihat hari ini mungkin hanya tumpukan sampah. Namun di balik itu, terdapat semangat kebersamaan dan kepedulian. Dari langkah sederhana, para alumni berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar, khususnya bagi dunia pendidikan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡