Sejumlah alumni Perguruan Muhammadiyah Takerharjo (Ampuh) melaksanakan kegiatan perjalanan bersama dalam rangka mengisi liburan Isra Mikraj pada Jumat (27 Rajab 1447 H). Kegiatan ini dimulai dari Masjid Al Jihad dan berakhir di kawasan pesisir Pengkolan, Kabupaten Lamongan. Perjalanan tersebut diikuti oleh para alumni sebagai bagian dari aktivitas kebersamaan dan penguatan silaturahmi.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengisi liburan Isra Mikraj dengan aktivitas yang bersifat kebersamaan, penyegaran fisik, dan penguatan silaturahmi antaralumni,” ujar Mushlihin, salah satu peserta kegiatan.
Perjalanan dilakukan menggunakan satu unit kendaraan colt Mitsubishi milik Zuliyatin yang dilengkapi penutup terpal untuk melindungi penumpang dari panas matahari maupun hujan. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh H. Nur Ali. Rombongan yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas Nur Amin, Lukman Hakim, Fathul Aziz, Ahmad Munir, Sholihul Amin, Zainuri, Mushlihin, Mahzumi, Suziyanah, Nur Hayatin, Muhayatun, Hanik Zuliyanah, Syamsiyatun, Linatul Husniah, dan Munawaroh.
Setibanya di lokasi, kendaraan diparkir di tepi pantai. Rombongan kemudian menuju gazebo yang telah disiapkan untuk beristirahat dan makan siang bersama. Menu yang disajikan antara lain lontong, aneka hidangan laut, tahu, tempe, sayur lodeh, dan kerupuk, serta makanan pendamping seperti gimbal jagung, singkong rebus, gudir, rambutan, pisang rebus, klampok, dan aneka keripik.
“Lontong disiapkan oleh Bu Hanik. Namun, beliau sedang menjalankan puasa Rajab sehingga tidak ikut menikmati hidangan bersama,” ungkap Mushlihin.
Usai makan siang, rombongan melaksanakan salat Asar berjamaah di Masjid Perahu Kandangsemangkon yang dikelola oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kandangsemangkon. Masjid tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.
“Salat berjamaah di Masjid Perahu menjadi salah satu agenda utama kami. Selain beribadah, kami juga ingin mengenalkan nilai sejarah dan budaya yang ada di lingkungan Muhammadiyah setempat,” katanya.
Setelah itu, rombongan melakukan aktivitas relaksasi dengan merendam kaki di air laut. Aktivitas ini dikenal sebagai terapi air laut atau thalassoterapi yang dimanfaatkan untuk relaksasi fisik dan menjaga kebugaran tubuh.
“Kami sempat berniat berenang, tetapi pengelola melarang karena ombak cukup besar dan angin kencang. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” jelas Mushlihin.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan persiapan kembali pulang. Perjalanan bersama ini menjadi sarana kebersamaan dan silaturahmi antaralumni Perguruan Muhammadiyah Takerharjo dalam suasana libur keagamaan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments