Mudeba Memajukan Bakat (MMB) merupakan agenda rutin dua tahunan yang digagas oleh SMP Muhammadiyah 8 Batu (Mudeba) sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa. Pada tahun 2026 ini, MMB digelar di GOR Gajah Mada, Kota Batu, Sabtu (24/1/2026).
MMB merupakan kegiatan kokurikuler yang melibatkan seluruh siswa kelas VII hingga IX serta para guru. Bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni dan budaya Indonesia.
Tahun ini, MMB menampilkan drama kolosal berjudul Amukti Palapa yang terinspirasi dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada dalam upaya menyatukan Nusantara dari Sabang hingga Merauke.
Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB. Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu menyampaikan bahwa panggung MMB disiapkan sepenuhnya untuk para siswa. Ia berharap pengalaman tampil ini menjadi bekal bagi siswa untuk mendapatkan “panggung” yang lebih baik dalam kehidupan nyata. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan wali murid atas dukungan penuh sehingga kegiatan MMB 2026 dapat terlaksana dengan baik.
Ketua PDM Kota Batu, Tsalis Rifai, S.T., M.M., menegaskan bahwa MMB merupakan wadah penting bagi anak-anak untuk berekspresi serta mengeksplorasi potensi, bakat, dan minat mereka. Oleh karena itu, guru dan orang tua diharapkan terus mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.
“Semoga anak-anak tidak hanya unggul dalam iman dan akhlak, tetapi juga unggul dalam bidang akademik dan nonakademik, termasuk seni dan budaya,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wali Kota Batu yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nur Hidayat, S.T., M.T., Ph.D., I.PM.
Ia menyampaikan bahwa siswa-siswi yang tampil di panggung MMB 2026 merupakan bibit-bibit unggul yang kelak menjadi aset berharga bagi Kota Batu. Karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengembangkan bakat dan minat siswa sekaligus memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia juga menegaskan bahwa MMB 2026 menjadi bukti nyata pendidikan yang terintegrasi, kolaboratif, dan inovatif dalam meningkatkan kapasitas peserta didik.

Usai rangkaian sambutan, drama kolosal Amukti Palapa pun dimulai. Kisah perjalanan Patih Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara digambarkan melalui representasi sepuluh provinsi, yakni Sumatra, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Seluruh provinsi tersebut ditampilkan oleh siswa SMP Muhammadiyah 8 Batu dalam bentuk drama dan tari yang disajikan dengan penuh semangat, percaya diri, serta persiapan yang matang.
Penampilan ini sukses memukau para penonton yang terdiri atas tamu undangan, wali murid, dan masyarakat umum.
Melalui gelaran Mudeba Memajukan Bakat (MMB) 2026, SMP Muhammadiyah 8 Batu kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik dan berkarakter. Drama kolosal Amukti Palapa tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni bagi siswa, tetapi juga sarana pembelajaran nilai persatuan, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri siswa serta menginspirasi lahirnya generasi muda yang beriman, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.





0 Tanggapan
Empty Comments