Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Andar Nubowo: Kader IMM adalah Agen Pencerahan dan Kemajuan

Iklan Landscape Smamda
Andar Nubowo: Kader IMM adalah Agen Pencerahan dan Kemajuan
Andar Nubowo sebagai narasumber di Simposium Moderasi Beragama. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Direktur Eksekutif Maarif Institute, Andar Nubowo, menegaskan bahwa kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah agen pencerahan dan kemajuan.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi seminar Simposium Moderasi Beragama 2025 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya pada Senin (25/8/2025) di Aula BAU, Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam sesi seminar tersebut, ia memaparkan materi dengan tajuk “Wasathiyah Islam di Tengah Globalisasi: Apa yang Harus Dilakukan?” di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari kader-kader IMM se-Jawa Timur, delegasi organisasi otonom, organisasi kepemudaan se-Malang Raya, dan para tamu undangan lainnya.

“Wasathiyah Islam adalah kebajikan moral yang membantu mencapai keseimbangan dan harmoni dalam urusan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan universal,” ujarnya.

Dengan begitu, umat Islam Indonesia harus menjadi teladan dalam wasathiyah. Terlebih bagi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang harus menjadi excellent dalam wasathiyah. Sebab Islam di Indonesia sejak lama menganut konsep moderasi. Wasathiyah ini dicirikan oleh 7 hal, yakni tawasuth, i’tidal, tasamuh, syura’, islah, qudwah, dan muwathanah.

“Untuk dapat menjadi agen pencerahan dan kemajuan, perlu belajar dengan baik, menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengembangkannya untuk kemanusiaan universal,” katanya.

Lebih lanjut ia menekankan supaya kader IMM dapat membangun silaturahmi dan jaringan epistemic di tingkatan global. Menurutnya, kader muda Muhammadiyah perlu mengaktifkan kembali jaringan keilmuan internasional sebagaimana jaringan Mekkah-Nusantara pada ke-17 dan 18, serta jaringan Kairo-Nusantara pada abad ke-19 dan 20.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Ilmu pengetahuan yang kita dapatkan menjadi motor dan kumparan kemajuan bangsa, negara dan kemanusiaan universal. Ilmu yang kita pelajari memperkuat keimanan dan pengabdian kita kepada Allah,” tegasnya

Selain Andar Nubowo, simposium moderasi beragama juga dihadiri beberapa tokoh penting lainnya seperti pendiri Wahid Foundation Yenny Wahid, Ketua PP Muhammadiyah KH. Saad Ibrahim, Ketua Pokja Penyuluh Jawa Timur Syaifudin Maarif, Rektor Universitas Raden Rahmat Imron Rosyadi Hamid, Wakil Rektor III UMM Nur Subeki, dan perwakilan Kementerian Agama se-Malang Raya.

Simposium moderasi beragama yang mengangkat tema Harmony in Diversity ini menjadi ikhtiar untuk memperkuat praktik keberagamaan yang moderat.

Tentunya tidak hanya sekadar menjadi ruang diskusi intelektual, tetapi juga momentum strategis untuk mengubah wacana menjadi aksi nyata alam merawat Indonesia yang harmonis.(*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu