Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Andre Buta Permanen: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kelalaian Ini?

Iklan Landscape Smamda
Andre Buta Permanen: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kelalaian Ini?
Oleh : Ahmad Zaydan Rizqi Mubarok Mahasiswa S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya

Kasus yang menimpa Andre hingga mengalami kebutaan permanen bukan sekadar tragedi pribadi. Ia adalah cermin dari persoalan yang lebih besar dalam sistem pelayanan—baik kesehatan, pengawasan, maupun penegakan tanggung jawab.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin sebuah kelalaian dapat berujung pada hilangnya salah satu indera paling vital manusia? Dan yang lebih penting, siapa yang harus bertanggung jawab?

Dalam banyak kasus serupa, kata “kelalaian” kerap menjadi alasan yang berulang. Kelalaian dalam penanganan medis, lemahnya pengawasan, pelanggaran prosedur, hingga lambatnya respons terhadap kondisi darurat—semua dapat menjadi pemicu terjadinya kerugian besar bagi pasien.

Jika kebutaan yang dialami Andre benar merupakan akibat dari kelalaian, maka ini bukan lagi sekadar insiden. Ini adalah kegagalan sistem yang seharusnya dapat dicegah.

Dalam dunia kesehatan, standar operasional prosedur (SOP) bukan sekadar dokumen administratif. Ia adalah benteng utama untuk melindungi keselamatan pasien.

Ketika SOP diabaikan atau tidak dijalankan dengan disiplin, maka risiko kesalahan fatal meningkat. Dalam konteks ini, tenaga medis dan institusi terkait harus dievaluasi secara profesional, objektif, dan transparan.

Penanganan kasus seperti ini tidak boleh berhenti pada pembelaan diri, tetapi harus berorientasi pada pembenahan sistem.

Tanggung jawab tidak hanya berhenti pada individu atau institusi. Negara memiliki peran besar dalam memastikan sistem berjalan dengan baik.

Lemahnya pengawasan dan minimnya sanksi tegas terhadap pelanggaran sering kali menjadi celah yang membuat kasus serupa terus berulang. Tanpa efek jera, kelalaian berpotensi menjadi pola yang berbahaya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Negara harus hadir tidak hanya sebagai pembuat aturan, tetapi juga sebagai pengawas yang tegas dan konsisten.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memiliki kesadaran atas hak-haknya. Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk mendorong keberanian dalam menuntut keadilan.

Transparansi informasi, akses terhadap proses hukum, serta perlindungan terhadap korban menjadi kunci agar tidak ada pihak yang merasa sendirian menghadapi sistem yang kompleks.

Opini ini tidak bertujuan menghakimi tanpa dasar, melainkan mengajak semua pihak untuk melihat kasus ini sebagai peringatan serius.

Kehilangan penglihatan adalah kerugian yang tidak dapat dipulihkan. Tidak ada kompensasi yang mampu menggantikan fungsi indera tersebut. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Menjawab pertanyaan “siapa yang bertanggung jawab” bukan hanya soal menemukan pihak yang bersalah, tetapi juga memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang.

Keadilan bagi Andre bukan hanya tentang hukuman, tetapi juga tentang perubahan sistem—yang lebih aman, lebih manusiawi, dan lebih bertanggung jawab.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡