Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno, S.I.P., ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menjadi momentum berharga dalam penguatan motivasi dan karakter generasi muda, Jumat (13/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para siswa Smamita diajak untuk berani bermimpi besar serta menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan melalui pendidikan yang berkualitas.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Demokrasi lantai 2 Smamita ini disambut antusias oleh seluruh civitas akademika. Puti Guntur Soekarno menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Oleh karena itu, siswa tidak boleh ragu memiliki cita-cita tinggi dan terus mengembangkan potensi diri.
“Anak-anak Indonesia, termasuk siswa Smamita, harus berani bermimpi besar. Jangan takut bercita-cita menjadi pemimpin, ilmuwan, inovator, maupun tokoh yang membawa perubahan bagi bangsa,” pesannya di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin, semangat belajar, serta karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi era globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan daya juang peserta didik.
Sementara itu, Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Anggota Komisi X DPR RI yang berkenan memenuhi undangan sekolah. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk membuka ruang kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI.
“Tujuan utama kunjungan ini adalah menghadirkan sesi berbagi secara langsung bersama siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman. Alhamdulillah, diskusi berjalan hangat dan inspiratif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Smamita memiliki Ketua IPM perempuan, Keisya Aulia Fayyaz. Kehadiran sosok tersebut turut memperkaya dialog, terutama terkait peran dan kiprah perempuan dalam dunia politik dan kepemimpinan.
Lebih lanjut, Direktur Smamita berharap ke depan terjalin kerja sama berkelanjutan, terutama dalam penguatan pembelajaran kontekstual yang sejalan dengan visi Smamita, yakni belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.
Melalui kolaborasi tersebut, siswa diharapkan semakin memahami praktik nyata kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Anak-anak perlu mengetahui secara langsung bagaimana para legislator bekerja. Karena itu, kami juga menyampaikan gagasan agar suatu saat siswa Smamita dapat berkunjung ke Jakarta untuk belajar langsung di parlemen, melihat proses legislasi dan fungsi pengawasan dari dekat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Smamita juga menyampaikan aspirasi terkait fungsi pengawasan Komisi X DPR RI, khususnya mengenai optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, Smamita memiliki sistem pendataan dan penyaringan yang ketat agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Terkait bantuan revitalisasi sarana dan prasarana, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, pelaksanaannya telah sesuai dengan peruntukan.
Hasil pengecekan langsung menunjukkan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan mendapat apresiasi positif.
“Kami bersyukur karena bantuan yang diberikan negara benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dan mendukung kualitas layanan pendidikan di Smamita,” pungkasnya.
Melalui dialog interaktif dan motivasi yang disampaikan, kunjungan ini diharapkan mampu menumbuhkan optimisme serta semangat juang siswa Smamita dalam meraih masa depan gemilang melalui jalur pendidikan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments