Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Angkat Jajanan Tradisional Jadi Ajang Edukatif di Halalbihalal, Sekolah Karakter Kenalkan Lewat Permainan Interaktif

Iklan Landscape Smamda
Angkat Jajanan Tradisional Jadi Ajang Edukatif di Halalbihalal, Sekolah Karakter Kenalkan Lewat Permainan Interaktif
Angkat Jajanan Tradisional Jadi Ajang Edukatif di Halalbihalal, Sekolah Karakter Kenalkan Lewat Permainan Interaktif. (Dina Fatrisia/PWMU.CO)
pwmu.co -

Halalbihalal memang sudah menjadi agenda rutin saat Idulfitri dengan momen berkumpul sebagai bentuk menjalin silaturahmi, baik bersama keluarga besar maupun teman kerja, dengan rangkaian acara yang meliputi saling memaafkan dan makan bersama.

Demikian dengan Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya pada hari Sabtu (28/03/2026) turut serta menggelar agenda Halalbihalal, namun tampak berbeda pada rangkaian acara yang diselenggarakan.

Mengawali saling memaafkan menjadi bagian utama pada agenda ini. Norma Setyaningrum, M.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa memaafkan antar sesama penting dilakukan karena ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Ia menambahkan bahwa kesalahan yang terjadi baik diri sendiri maupun orang lain, tidak perlu menunggu orang lain meminta kita untuk dimaafkan, tetapi lebih baik memaafkannya dulu tanpa diminta.

“Umunya memaafkan itu diminta dulu, pahala kemuliaan dapat dimulai dengan memaafkannya terlebih dahulu tanpa diminta, sebab boleh jadi dengan tindakan tersebut cara Allah memudahkan mengangkat derajat hambanya sekaligus sebagai tanda kemuliaan jiwa” ujarnya.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan kekompakan antar guru dan karyawan serta mengenalkan istilah jajan tradisional. Melalui permainan interaktif ini, Norma mengajak seluruh guru dan karyawan ikut serta bermain bersama.

Permainan interaktif ini dilakukan secara berkelompok,kemudian kelompok dibagi berdasarkan jenjang kelas.

Konsep pemainan ini berupa perwakilan satu orang setiap kelompok untuk menebak makanan yang dimakan maupun dipegang dengan kondisi mata tertutup, sedangkan teman dalam tim membantu mengambilkan jenis makanan yang akan diberikan ke temannya yang bertugas.

Dengan batasan waktu, maka setiap tim memiliki strategi menentukan makanan dan tingkat kecepatan dalam berpikir maupun bertindak.

Mengingat keaneragaman istilah dalam menyebutkan setiap jenis kuliner, maka untuk menyeragamkan nama jajan tradisional yang dibawa dari setiap daerah, Norma mengarahkan kepada seluruh guru dan karyawan untuk menyebutkan istilah jajan yang dibawah sesuai asal daerahnya, sebagai bentuk kemudahan dalam penilaian.

Keunikan saat menyebutkan istilah jajan tersebut, mewarnai agenda tersebut, salah satunya makanan yang dibawa oleh Ustadzah Quni sebagai guru kelas 3, dengan sajian berbungkus daun janur dengan isian ketan dan kacang yang biasa disebut lepet (dalam bahasa jawa), Ustadzah Quni menyebutnya dengan Dengkul.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Diksi ini menjadi sorotan seluruh peserta karena makna Dengkul dalam bahasa Jawa sehari-hari berarti lutut, justru penamaan unik ini juga membantu peserta lain dalam mengingat nama makanan tersebut.

Demikian dengan makanan lainnya seperti pudak khas kota Gresik, jenang khas Kudus kota kudus, kemplang, dan lain-lain.

Saat permainan berlangsung dengan 2 tim yang bertanding, kemampuan kerja sama dan kompak ini teruji seketika di setiap timnya.

Demikian dengan yang bertugas menebak makanan yang dipegang maupun dimakan, juga menguji sentivitas dan daya ingat nama makanan yang telah disebutkan oleh peserta lain sebelumnya.

Melalui tekstur, rasa, hingga aroma menjadi unsur yang sangat membantu untuk menebak setiap jenis makanan yang dibawa.

Dengan waktu yang terus berjalan, antara kecepatan dan ketepatan dipertaruhkan untuk memperoleh skor tertinggi, maka pemenang dari salah satu tim diberikan reward berupa uang tunai Rp10.000 setiap individu pada satu tim sebagai pemenang.

Akhir seluruh rangkaian acara ini, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama jajan tradisional yang sudah tertata rapi diatas meja dan setiap dibebaskan untuk membawa pulang.

Melalui agenda ini, Norma berharap bukan menjadi ajang keseruan saja namun melalui permainan kita belajar bahwa keberhasilan dalam suatu tim bukan ditentukan oleh satu individu saja, melainkan kerja sama antar individu yang saling melengkapi.

Apabila diterapkan dalam konteks pendidikan menunjukan bahwa pendidikan yang berhasil mencapai suatu target yang diinginkan, perlu kerjasama dan saling melengkapi dalam setiap instansi, karena kekompakan dalam setiap langkah menjadi cermin karakter kinerja dari tim tersebut.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡