Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Angkat Kearifan Lokal Doudo, Mimuga Raih Juara Pensi Kemahiran XII

Iklan Landscape Smamda
Angkat Kearifan Lokal Doudo, Mimuga Raih Juara Pensi Kemahiran XII
Foto bersama siswa-siswi dari qobilah Mimuga. Foto: Muhammad Ferdyansyah/PWMU.CO
pwmu.co -

Mengangkat kearifan lokal Desa Doudo, MI Muhammadiyah 3 Doudo (Mimuga) berhasil meraih Juara 1 lomba Pentas Seni (Pensi) tingkat pengenal SD/MI dalam Kemahiran ke-XII tahun 2026.

Perkemahan akhir pekan tersebut diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Gresik di Muhammadiyah Development Training Center (MDTC), Kecamatan Panceng, pada Kamis–Sabtu (15–17/1/2026).

Pembina HW Mimuga, Muhammad Ferdyansyah, menceritakan proses panjang sebelum penampilan pentas seni ditampilkan di hadapan dewan juri.

“Sebelum mengonsep penampilan, kami terlebih dahulu menggali kearifan lokal Desa Doudo. Kami mendatangi narasumber terpercaya, yakni Kepala Desa Doudo, Bapak Sutumo. Dari sana kami memperoleh banyak informasi tentang budaya dan tradisi yang bisa ditampilkan,” ujarnya.

Setelah itu, tim baru menentukan konsep pertunjukan, mulai dari tari, drama, hingga penggabungan beberapa unsur agar penampilan tidak monoton dan berbeda dari peserta lain.

Pak Ferdy—sapaan akrabnya—menjelaskan alur pementasan yang ditampilkan.

“Bagian awal dimulai dengan satu siswa membawa lampu uplik sebagai simbol kehidupan masa lampau saat belum ada listrik. Kemudian disusul beberapa siswi yang memerankan warga desa dengan aktivitas tradisional seperti mengunduh mente, mesusi beras di telaga—tradisi yang masih dilakukan saat ada warga duwe gawe—serta ngangsu air yang menggambarkan kondisi Desa Doudo yang dahulu jauh dari sumber air,” paparnya.

Pementasan dilanjutkan dengan kemunculan tokoh Dewi Rani sebagai penunggu Telaga Rena, sebelum akhirnya memasuki fase titik balik Desa Doudo yang semakin maju. Hal tersebut digambarkan melalui hadirnya kampung tematik dan berkembangnya MI Muhammadiyah 3 Doudo sebagai lembaga pendidikan. Pada bagian akhir, ditampilkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler Mimuga, seperti Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan drumband.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pak Ferdy mengungkapkan bahwa pemilihan tema kearifan lokal juga didasari pengalaman tahun sebelumnya.

“Kami tidak ingin terjadi miskomunikasi seperti tahun kemarin, saat tema lomba berubah dan penampilan kami tidak sesuai. Tahun ini kami benar-benar fokus menyesuaikan tema,” jelasnya.

Menurutnya, menampilkan urban legend dan kearifan lokal Desa Doudo sendiri menjadi tantangan tersendiri dalam mengemas budaya dan tradisi menjadi sebuah pertunjukan seni yang menarik.

“Saya sebenarnya tidak menyangka bisa juara satu, karena peserta dari qobilah lain juga tampil sangat bagus dan totalitas. Tapi Bu Shofi pernah bilang, ‘kalau sesuai tema, kita pasti dapat juara. Kalau hanya sekadar bagus, belum tentu,’” ungkapnya.

Selain meraih juara pentas seni, Mimuga juga berhasil meraih Juara 2 lomba AIK Sambung Ayat kategori PA. Meski kondisi lokasi perkemahan sempat becek dan berlumpur akibat sisa hujan, hal tersebut tidak mengurangi semangat para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu