Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aplikasikan Surat Almaun, Kader Muhammadiyah Harus Kaya

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Peserta Darul Arqam NA II Kota Malang berfoto bersama usai penutupan. (Jihan Mawaddah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Hidup ala sufi yang dipersepsikan menjauhi dunia, menurut anggota Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang Hikmatullah M PdI, bukanlah ciri khas orang Muhammadiyah. Sebaliknya, orang hidup harus kaya dan menguasai dunia.

Mengapa harus kaya? Hikmat—panggilan akrabnya—lantas mengulas bahwa perintah yang tersurat dan tersirat dari surat Almaun secara tidak langsung memerintahkan umat Islam untuk memiliki kekayaan. “Bagaimana kita akan memberi makan orang miskin kalau kita tidak kaya dan tidak punya harta?” tanya Hikmat.

Sejalan dengan itu, inti gerakan Muhammadiyah yang digagas KHA Dahlan adalah kegiatan amal. Amal tersebut terjawantahkan dalam berbagai bidang, kesehatan, pendidikan, maupun sosial.

Hikmat yang juga dosen Fakultas Agama Islam Universita Muhammadiyah Malang ini menegaskan, zuhud bukanlah hidup pas-pasan atau yang kerap kita pahami sebagai hidup yang tidak duniawi.

Zuhud, lanjut Hikmat, adalah bekerja sekeras-kerasnya, mencari rezeki semampunya, tapi gunakan seperlunya. Lalu untuk apa sisanya? “Sisanya bagikan pada orang lain. Berikan pada orang yang tak berdaya. Buat sekolah, buat rumah sakit. Itulah zuhud. Bukan hidup pas-pasan, melainkan cari yang banyak, gunakan seperlunya, bagikan selebihnya,” tegas laki-laki kelahiran Tasikmalaya ini.

Selain itu, satu hal yang perlu menjadi refleksi menurut Hikmat ialah kebiasaan dalam perilaku memberi. Dicontohkan Hikmat, seringkali dalam kegiatan bakti sosial, banyak orang yang menyumbangkan baju yang sudah tidak disukainya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Padahal, bukanlah sebuah kebaikan bila kita memberikan pada orang lain bukan sesuatu yang kita cintai,” tekan Hikmat.

Oleh karenanya, perintah zakat, infak, maupun sedekah disebut Hikmat sebagai perintah tidak langsung untuk bekerja keras dan mencari kekayaan.

“Hal-hal seperti ini bukan berarti kita berorientasi duniawi. Ingatlah, Islam adalah agama dunia dan akhirat. Kuasai dunia, perbanyak zakat mal, sedekah, dan infaq untuk mengumpulkan bekal hidup di akhirat,” pungkasnya.

Materi Fiqih Almaun ini disampaikan Hikmat pada Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Kota Malang. Kegiatan ini diadakan di Aula Masjid al-Khairat yang berada di kompleks SD Aisyiyah kota Malang. (Isna)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu