Suasana haru terlihat ketika tiga siswa inklusi SMA Muhammadiyah 6 Gresik (SMAMusix) larut bersama semua teman dan guru. Mereka menyambut kedatangan tim juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tahun 2025.
LLSMS merupakan kolaboratif antara Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Rabu (3/9/2025).
Ketiga siswa inklusi tersebut sukses melaksanakan tugas untuk mengalungkan rangkaian bunga kepada para juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tahun 2025.
Dalam sambutannya, M. Fadloli Aziz, M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik sekaligus tim juri sangat mengapresiasi penyambutan yang cukup meriah dari pihak sekolah.
Hal ini menurut Aziz sebagai kesuksesan pembinaan dan kaderisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sehingga mampu menggerakkan teman-temannya saat menyambut kedatangan tim juri.
“Kader IPM yang bisa menggerakkan teman-temannya menunjukkan bahwa pembinaan di sekolah berjalan baik. Ini bukan hanya sekedar penyambutan, tapi bentuk keterlibatan aktif siswa dalam membangun sekolah yang menyenangkan,” ujar Fadloli Aziz dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Fadloli Aziz juga menegaskan bahwa tujuan utama dari LLSMS bukan untuk mencari menang atau kalah, melainkan untuk memastikan terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman untuk ditinggali, belajar, bermain, dan beraktivitas bagi para siswa.

Karena itu, ada empat komponen yang akan dilihat dan dinilai, yaitu: 1) kebersihan, keindahan dan kenyamanan sekolah; 2) keberadaan taman yang tertata yang — walau tidak besar, tapi — menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hijau; 3) kantin sekolah dengan menjual makanan yang memenuhi sehat dan bersih; dan 4) toilet sekolah yang memadai.
Dan melalui kegiatan LLSMS ini, diharapkan setiap sekolah mampu meningkatkan kualitas lingkungannya secara berkelanjutan. Bukan hanya untuk kepentingan lomba, tapi demi kenyamanan seluruh warga sekolah.
Selain motivasi dari Fadloli Aziz yang mengharapkan kualitas lingkungan sekolah untuk terus ditingkatkan, ada pula kritik dari Drs. Umaya. Wakil Ketua Bidang Ekonomi, Wakaf dan Kehartabendaan PCM GKB Gresik itu menyoroti masih adanya air mineral kemasan yang menurutnya masuk kategori tidak ramah lingkungan.
Tidak sekedar menasehati, Umaya mencontohkan langsung dengan membawa botol tambler sendiri. Karena itu, Umaya menyarankan ke depan agar tidak ada lagi makanan dan minuman yang menyumbang tumpukan sampah.
Hampir tiga jam melakukan pengamatan langsung ke ruang kelas, ruang guru, taman toga dan kantin sekolah.
Sebelum mengakhiri acara dan meninggalkan lokasi SMAMusix, tim juri memberikan refleksi.
“Jangan berhenti bergerak dalam hal berkaitan dengan lingkungan”, pesan Umaya.
Sedangkan Fadloli Aziz menilai apa yang ada di SMAMusix ini sudah bagus, tinggal perawatannya yang perlu untuk ditingkatkan. Termasuk menambah keragaman tanaman agar lebih indah dan variatif.
Hanya saja, Fadloli Aziz JUGA memberikan catatan akhir yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Kantin masih banyak yang harus dibenahi. Makanan yang dijual harus dibuatkan kesepakatan bersama agar terjamin kesehatannya. Saya lihat masih banyak ciki-cikian dan bungkus plastik. Itu yang menyumbang sampah dan tidak sehat,” pungkasnya.***






0 Tanggapan
Empty Comments