Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) resmi menyerahkan mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan dan Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyiyah Kota Madiun.
Serah terima mahasiswa PKL tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten sesuai kebutuhan lapangan.
Mahasiswa DIII Kebidanan Ummad akan mengikuti Praktik Klinik Kebidanan I, sementara mahasiswa Prodi Adminkes melaksanakan Praktik Klinik Lapangan (PKL). Kegiatan ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terhitung mulai 12 Januari hingga 7 Februari 2026.
Dekan FIK Ummad Dr. Eny Pemilu Kusparlina menjelaskan, pelaksanaan praktik klinik bagi mahasiswa DIII Kebidanan bertujuan memberikan pengalaman belajar secara komprehensif sesuai dengan capaian pembelajaran program studi.
“Mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran praktik klinik kebidanan secara langsung di lahan praktik, sehingga kompetensi yang diharapkan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Dia menyebutkan, pencapaian kompetensi yang harus dipenuhi mahasiswa selama praktik meliputi asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, bayi baru lahir, keluarga berencana, hingga kesehatan reproduksi, sesuai dengan standar kompetensi bidan dan ketentuan akademik yang berlaku.
Eny menambahkan, dengan dilaksanakannya serah terima ini, tanggung jawab pembinaan dan pengawasan mahasiswa selama praktik klinik berada di bawah koordinasi lahan praktik, dengan tetap mengacu pada pedoman akademik dari institusi pendidikan.
Sementara itu, Kaprodi DIII Kebidanan Ummad ,Nisa Ardhianingtyas, STT, M.Kes menegaskan, mahasiswa kebidanan dituntut untuk benar-benar menguasai kompetensi pelayanan dasar kebidanan selama menjalani PKL.
“Kompetensi yang harus dipraktikkan meliputi pelayanan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berencana,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, dari keseluruhan kompetensi tersebut, mahasiswa ditargetkan dapat memberikan pelayanan kepada minimal 150 pasien selama masa PKL.
“Target itu tidak hanya dipenuhi dari praktik di rumah sakit, tetapi juga dapat diperoleh dari pengalaman praktik pelayanan kehamilan di klinik,” tambah Nisa.
Bagi mahasiswa Prodi Administrasi Kesehatan, PKL dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lapangan yang aplikatif dan integratif, sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan.
Dekan FIK Ummad Dr. Eny Pemilu Kusparlina, menyampaikan bahwa mahasiswa Adminkes ditargetkan mampu melaksanakan tugas administrasi kesehatan secara langsung sesuai prosedur dan kebijakan yang berlaku di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Mahasiswa juga dilatih untuk melaksanakan tata kelola keuangan fasilitas pelayanan kesehatan secara sederhana dan bertanggung jawab,” terangnya.
Senada dengan itu, Kaprodi Adminkes Ummad Lina Alfiyani, MKM menjelaskan, terdapat beberapa kompetensi utama yang harus dijalankan mahasiswa selama PKL.
“Pertama, pelaksanaan sistem informasi rumah sakit. Kedua, manajemen keuangan. Ketiga, penilaian dan peningkatan mutu rumah sakit,” paparnya.
Secara teknis, mahasiswa PKL akan terlibat langsung dalam tugas-tugas administrasi kesehatan, pengelolaan manajemen layanan kesehatan, serta komunikasi profesional berbasis teknologi informasi.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan memberikan edukasi administrasi layanan kesehatan, bekerja dalam sistem organisasi berbasis kepemimpinan, hingga menerapkan sistem penjaminan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Semua itu penting agar lulusan Adminkes siap terjun ke dunia kerja dan mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan,” pungkas Lina. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments