PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) sukses melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025 yang berlangsung di ruang Laboratorium Komputer, Senin-Selasa (4-5/8/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 45 siswa dan 5 peserta cadangan yang dipilih secara acak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sesi pertama berlangsung pukul 07.30-09.40 WIB, sementara sesi kedua dimulai pukul 10.40-12.50 WIB.
Asesmen Nasional Berbasis Komputer bertujuan untuk mengukur dampak proses pembelajaran serta menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Akbar Satria Putra Mahendra SPd, yang turut mendampingi siswa selama pelaksanaan ANBK, menjelaskan bahwa ANBK merupakan program evaluasi dari Kemendikbudristek untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“ANBK pada jenjang Sekolah Menengah Atas bertujuan mengukur hasil belajar siswa, kualitas proses pembelajaran, dan lingkungan satuan pendidikan. Dengan demikian, negara dapat memotret dan mengevaluasi mutu pendidikan yang telah dijalankan,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Asesmen ini tidak berfokus pada penguasaan materi pelajaran, melainkan pada kemampuan dasar yang dibutuhkan siswa untuk belajar sepanjang hayat. ANBK dilaksanakan secara daring dan terdiri dari tiga komponen utama.”
Komponen pertama adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi matematika dasar siswa. AKM bertujuan mengetahui sejauh mana siswa memahami bacaan dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, dan kebiasaan siswa sesuai dengan profil pelajar Pancasila, seperti integritas, kemandirian, gotong royong, dan kebinekaan global.
Ketiga, Survei Lingkungan Belajar yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan siswa. Survei ini bertujuan mengukur berbagai aspek lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran, seperti iklim keamanan, inklusivitas, dan kualitas pembelajaran.
Hasil ANBK tidak berdampak langsung terhadap siswa secara individu, tetapi akan dipaparkan secara menyeluruh pada satuan pendidikan melalui Rapor Pendidikan.
“Skor ANBK menjadi rapor mutu pendidikan bagi satuan pendidikan yang melaksanakannya. Kami berharap seluruh siswa mendapatkan hasil yang valid dan otentik sehingga dapat menjadi gambaran kualitas pendidikan di sekolah kami,” ujar Akbar yang juga menjabat sebagai staf Kurikulum Smamita.
Ia menambahkan bahwa hasil ANBK akan digunakan sekolah sebagai dasar dalam memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan, serta memaksimalkan potensi peserta didik.
Sementara itu, Areta Salfa Azahra, siswa kelas XI-3 Excellent Class, membagikan pengalamannya dalam mengikuti ANBK.
“Kami mengawali dengan gladi bersih pada bulan Juli selama dua hari agar terbiasa mengerjakan ujian berskala nasional. Pelaksanaan ANBK sendiri berlangsung selama dua hari,” ungkapnya.
“Ada beberapa soal yang menurut saya cukup sulit dipahami, tetapi saya mencoba mengerjakannya semaksimal mungkin. ANBK ini membuat saya berpikir lebih kritis dan menyadari sejauh mana kemampuan saya sebenarnya,” ujarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments