Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Assembly Learning Siswa Kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya Pentaskan Drama Musikal ‘Amazing Pancasila’

Iklan Landscape Smamda
Assembly Learning Siswa Kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya Pentaskan Drama Musikal ‘Amazing Pancasila’
Aktor kelas III Gong membawakan drama sila ke-4 Assembly Learning Sekolah Kreatif Baratajaya, Rabu (3/12/2025). Foto: Ahmad Mahmudi/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana penuh semangat dan warna-warni kreativitas menghiasi aula lantai 3 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya saat siswa kelas III menampilkan pembelajaran kontekstual bertema Amazing Pancasila. Melalui drama musikal yang memadukan lagu, gerak, ekspresi, dan nilai-nilai luhur Pancasila, kegiatan Assembly Learning berlangsung meriah pada Rabu (3/12/2025).

Guru kelas III, Sugeng Trimawan S.Pd., menjelaskan pemilihan tema tersebut. “Amazing Pancasila dipilih sebagai aktualisasi pembelajaran PKn dengan materi pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya sesaat sebelum acara dimulai.

Siswa turut terlibat aktif dalam penyusunan naskah drama bersama guru. “Dalam mempersiapkan pentas ini, siswa dan guru di setiap kelas mengembangkan ide cerita tentang persahabatan, kejujuran, gotong royong, serta sikap saling menghargai perbedaan,” terang Lilik Wahyuningsih S.Pd., MT.

“Cerita itu kemudian diolah menjadi drama musikal yang dipentaskan oleh para siswa,” tambahnya.

Selama latihan, siswa belajar membagi peran, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik kecil—persis seperti nilai-nilai Pancasila yang ingin ditanamkan. Unsur musik dan tarian membuat suasana semakin hidup. Lagu-lagu ceria membantu siswa menghafal sekaligus memahami makna setiap sila dengan lebih mudah.

Acara dimulai tepat pukul 08.30 WIB, ditandai dengan salam pembuka penuh keceriaan dari MC cilik Quinzafira Ariella Puspita Bening (III Drum) dan Mikhayla Nasywa Maulana (III Gong). Sambutan hangat dari Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Elly Rhodlifah SH., M.Pd., memompa semangat seluruh siswa.

“Amazing Pancasila adalah drama yang menarik. Kalian dapat memahaminya dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selamat ber–assembly learning,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan simbol Pancasila oleh seluruh siswa, dilanjutkan penampilan drama musikal dari masing-masing kelas. Puncak kemeriahan terjadi saat drama musikal Amazing Pancasila dipentaskan di hadapan guru dan teman-teman kelas III.

Penampilan berlangsung berurutan: sila pertama dimainkan oleh kelas III Drum, sila kedua oleh kelas III Tifa, sila ketiga oleh kelas III Tehyan, dan sila keempat oleh kelas III Gong. Sementara sila kelima dibawakan secara kolosal oleh seluruh siswa kelas III. Sorak dan tepuk tangan mengiringi setiap adegan yang menampilkan keberanian, kebersamaan, dan keceriaan siswa dalam menyampaikan pesan moral Pancasila. Pertunjukan ditutup dengan lagu Gebyar-Gebyar serta jingle kreatif yang dibawakan secara kompak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pembelajaran inovatif ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna. Faizan Alif Ramadhan (III Drum) mengaku antusias. “Aku mendapatkan peran yang mudah. Aku senang bermain drama ini karena harus menghafalkan doa-doa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Dmitriy Izmailov Robina (III Gong). “Aku mendapat peran sebagai calon ketua RT di drama sila keempat. Aku senang sekali,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, pembelajaran PKn tidak lagi terasa sebagai teori semata. Drama musikal terbukti mampu menghidupkan nilai-nilai Pancasila dan menanamkannya secara alami dalam perilaku siswa.

Heru Tjahyono dari Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (Tips) menegaskan bahwa Assembly Learning merupakan komitmen sekolah untuk menghadirkan kegiatan inovatif yang memperkuat pendidikan karakter.

“Kontekstualisasi pembelajaran dalam Assembly Learning merupakan implementasi Kurikulum Sekolah Kreatif yang terintegrasi dengan Kurikulum Leader in Me dan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning. Semua rangkaian bermuara pada penguatan pembelajaran karakter,” jelas Babe Heru, sapaan akrabnya.

Pembelajaran Amazing Pancasila bukan sekadar pertunjukan, tetapi pengalaman belajar yang menumbuhkan karakter, kreativitas, dan kolaborasi sejak dini. Sebuah momen luar biasa yang patut diapresiasi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu