Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ayahanda Mustofa Isi Kajian Iftitah Pembinaan Keluarga Sakinah PCA dan PCNA Sugio

Iklan Landscape Smamda
Ayahanda Mustofa Isi Kajian Iftitah Pembinaan Keluarga Sakinah PCA dan PCNA Sugio
Ayahanda Mustofa Isi Kajian Iftitah Pembinaan Keluarga Sakinah PCA dan PCNA Sugio. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sugio bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sugio menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah dengan tema “Pernikahan Dini dan Kiat Membangun Fondasi yang Kokoh dalam Menghadapi Dinamika Kehidupan Berumah Tangga.” Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sugio, Ahad (25/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ibu-ibu Aisyiyah, kader Nasyiatul Aisyiyah, serta adinda Ipmawati yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Pembinaan ini menjadi salah satu ikhtiar persyarikatan dalam memperkuat ketahanan keluarga serta memberikan pemahaman komprehensif tentang kesiapan menikah, khususnya bagi generasi muda.

Acara diawali dengan kajian iftitah yang disampaikan oleh Ayahanda Mustofa, M.Ag, perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sugio. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa pernikahan dalam Islam bukan sekadar ikatan lahiriah, melainkan perjanjian yang kuat (mitsaqan ghalizha) yang menuntut kesiapan iman, ilmu, dan akhlak.

Ia mengingatkan pentingnya memilih pasangan hidup yang saleh sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga.

“Carilah suami yang saleh, karena dari pasangan yang saleh akan lahir keluarga yang diridhai Allah. Dan ketika dikaruniai anak perempuan, maka didiklah ia menjadi perempuan yang salehah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ayahanda Mustofa juga mengutip doa Al-Quran tentang harapan memiliki keturunan yang menjadi penyejuk hati:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati (qurrata a’yun), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Ia menegaskan bahwa anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dididik dengan nilai-nilai Islam agar kelak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.

Keluarga sakinah yang dicita-citakan Muhammadiyah adalah keluarga yang diliputi ketenangan, cinta, dan kasih sayang sebagaimana firman Allah SWT:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Selain membahas pernikahan dini, kajian ini juga menekankan bahwa pernikahan tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk terus menuntut ilmu. Menurutnya, keluarga justru harus menjadi ruang aman dan suportif untuk bertumbuh, baik bagi suami, istri, maupun anak-anak.

Di akhir kajian, Ayahanda Mustofa menyampaikan harapan agar para ibu Aisyiyah dan kader Nasyiatul Aisyiyah senantiasa istiqamah dalam menuntut ilmu serta aktif mengikuti kajian-kajian rutin yang diselenggarakan oleh PCM Sugio.

“Melalui kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah ini, PCA dan PCNA Sugio berharap dapat melahirkan keluarga-keluarga Islami yang kokoh dalam iman, matang dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga, serta mampu mencetak generasi berkemajuan yang membawa nilai Islam berkemajuan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu