Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

BA BPRS Mitra Mentari Sejahtera: Meneguhkan Kader dengan Nilai Apresiasi

Iklan Landscape Smamda
BA BPRS Mitra Mentari Sejahtera: Meneguhkan Kader dengan Nilai Apresiasi
Pemberian reward kepada peserta Baitul Arqam Dasar BPRS Mitra Sejahtera Ponorogo (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Apresiasi merupakan salah satu kunci penting dalam setiap kegiatan untuk menjaga semangat, menumbuhkan motivasi, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Sayangnya, apresiasi sering kali dipersempit maknanya hanya pada besarnya hadiah atau nilai nominal yang diberikan. Padahal, hakikat apresiasi jauh melampaui sekadar angka material.

Apresiasi sejatinya adalah penghargaan terhadap proses. Di balik setiap capaian, ada perjuangan, kerja keras, serta dedikasi yang tidak dapat diukur dengan rupiah. Ketekunan dalam menjalani tahapan, ketulusan dalam berkontribusi, serta komitmen dalam menyelesaikan amanah merupakan hal yang paling layak mendapat penghargaan.

Penghargaan tidak harus selalu berupa barang mahal atau uang dalam jumlah besar. Bentuk sederhana seperti ucapan terima kasih, pengakuan atas usaha, atau simbol kecil yang penuh makna sering kali justru lebih membekas di hati. Sebab, yang paling dibutuhkan bukan semata hadiah, melainkan pengakuan bahwa proses yang dijalani telah dihargai.

Lebih dari itu, apresiasi yang menekankan pada proses akan melahirkan budaya sehat. Setiap orang dihargai bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga karena ketekunan dan dedikasi yang ditunjukkan. Dengan begitu, semangat kolektif dan kebersamaan dapat terus terjaga, tanpa menumbuhkan kompetisi yang sempit dan materialistis.

Nilai inilah yang dihidupi dalam proses kaderisasi Muhammadiyah. Para kader tidak pernah menempatkan materi sebagai tujuan akhir, sebab orientasi tertinggi dari setiap langkah kaderisasi adalah menggapai ridha Ilahi. Inilah yang menjadikan proses kaderisasi Muhammadiyah istimewa: bukan hanya melahirkan generasi yang cakap secara intelektual, tetapi juga generasi yang ikhlas, berintegritas, serta berorientasi pada dakwah dan pengabdian.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Baitul Arqam (BA) BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo yang diselenggarakan pada Sabtu-Ahad (16–17/8/2025) oleh Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Ponorogo. Kegiatan yang diikuti 31 peserta ini dipandu langsung oleh tim instruktur MPKSDI PDM Ponorogo.

Sekretaris MPKSDI PDM Ponorogo, Abdul Rashid SE, menegaskan bahwa kaderisasi Muhammadiyah adalah perjalanan panjang yang menuntut kesungguhan. “Baitul Arqam bukan sekadar forum pelatihan, tetapi ruang untuk meneguhkan niat dan menguatkan integritas. Apresiasi terbesar bukanlah hadiah materi, melainkan ketika seorang kader mampu istiqamah dalam dakwah dan pengabdian,” ungkapnya.

Dengan semangat tersebut, BA BPRS Mitra Mentari Sejahtera tidak hanya melahirkan peserta yang berpengetahuan, tetapi juga pribadi yang siap berkontribusi tulus demi keberlangsungan persyarikatan dan umat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡