
PWMU.CO – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan kegiatan Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi bertajuk Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan yang menjadi salah satu program unggulan Badan Bahasa. Acara tersebut diselenggarakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dan bertujuan untuk mempererat komunikasi antara Badan Bahasa dan para pegiat literasi serta sastrawan, Jumat (4/7/2025).
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menyampaikan komitmen Badan Bahasa untuk terus menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sastra. Ia juga menegaskan pentingnya membangun wadah kreativitas sastra yang mudah diakses oleh siswa dan guru.
“Saat ini, Badan Bahasa telah menerbitkan Majalah Sastra Pusat, yang lebih banyak menyasar kalangan sastrawan. Dalam waktu dekat, kita juga akan meluncurkan Majalah Sastra Kita untuk menampung karya sastra dari guru dan siswa sebagai bentuk ekspresi dan publikasi yang lebih inklusif,” lanjutnya.
Kegiatan Sawala Sastra menjadi forum diskusi produktif bagi sastrawan dan pegiat literasi untuk menggali kembali peran penting majalah sastra dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Dalam forum tersebut, pimpinan Badan Bahasa, tamu undangan, dan para peserta berbagi pandangan, pengalaman, dan strategi untuk menyukseskan peluncuran Majalah Sastra Kita. Kegiatan ini juga diisi dengan musikalisasi puisi dan pembacaan sajak.
Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, berharap agar kehadiran majalah ini dapat menjadi ruang kreativitas bagi siswa dan guru serta memperkuat jejaring komunitas sastra di seluruh Indonesia.
“Untuk penulis di Majalah Sastra Kita akan mendapatkan honorarium sesuai Standar Biaya Masukan (SBM). Majalah Sastra Kita akan diterbitkan secara digital serta cetak sejumlah 1.000 eksemplar setiap terbitan,” ujarnya di hadapan Alumni Organisasi Program Penulisan Mastera (Opera) yang terlibat aktif dalam penyusunan Majalah Sastra Kita.
Kepala Bidang Literasi, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat, menyampaikan bahwa Majalah Sastra Kita diharapkan membuka ruang ekspresi bagi guru dan siswa di jenjang SD, SMP, SMA dan yang sederajat.
Ketua Opera, Tia Setiadi, menambahkan bahwa nama Majalah Sastra Kita dipilih karena mudah diingat dan dekat dengan masyarakat. Hadir pula sejumlah sastrawan senior, seperti Etti RS, Hikmat Gumelar, Jajang Priatna, Dadan Sutisna, Mat Don, Nenden Lilis Aisyah, Tendy K Somantri, dan Moh Syarif Hidayat, serta perwakilan komunitas literasi, dosen, guru, dan pengurus MGMP di wilayah Bandung.
Purnabakti Badan Bahasa, M Abdul Khak, berharap Majalah Sastra Kita dapat menjadi media pembelajaran yang inspiratif bagi guru dan siswa. Ia juga mendorong pengembangan strategi distribusi digital agar jangkauan majalah semakin luas.
Selanjutnya, Tendy Somantri menyarankan agar daftar isi majalah turut memuat informasi kegiatan sastra dari sekolah-sekolah sebagai bentuk apresiasi.
Sementara itu, Etti menekankan pentingnya majalah sastra yang kompetitif dan dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia sebagai bagian dari kelanjutan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).
Guru dari SMPN 5 Cimahi, Resna J Nurkirana, menyambut positif inisiatif ini.
“Siswa kami memiliki banyak karya, tetapi minim media untuk memublikasikannya. Biasanya hanya terpajang di majalah dinding atau diikutkan lomba. Kami sangat senang mendengar adanya Majalah Sastra Kita yang bisa menjadi sarana baru untuk karya mereka,” ujarnya.
Ia juga berharap, kegiatan Sawala Sastra ini berdampak nyata bagi penguatan literasi dan kesastraan nasional.





0 Tanggapan
Empty Comments