Kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage
Pada Sabtu (5/7/2025) Badan Bahasa melakukan kunjungan ke Yayasan Kebudayaan Rancage sebagai bagian dari upaya penguatan komunitas penggerak literasi. Kunjungan ini bertujuan mendokumentasikan praktik baik dan menjalin kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas literasi.
Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Kepala Badan Bahasa, Sekretaris Badan Bahasa, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah staf Badan Bahasa.
Kunjungan disambut oleh jajaran pengurus Yayasan Kebudayaan Rancage, antara lain Ketua Umum I, Etti RS, Ketua Umum II, Safrina Noorman, Sekretaris, Dadan Sutisna, Dewan Pengawas, Cecep Burdansyah, serta Ketua Pusat Studi Sunda, Zakiah Indra. Sejak 1989, Yayasan Kebudayaan Rancage telah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Hadiah Sastra bagi pengarang Sunda serta kegiatan lain seperti Kongres Bahasa Daerah Nusantara.
Etti menuturkan bahwa Rancage telah mengadakan Konferensi Internasional Bahasa Sunda (KIBS) sebanyak tiga kali. Salah satu rekomendasi KIBS adalah pembangunan Pusat Studi Sunda yang berlokasi di Jalan Garut No. 2, Kacapiring, Kota Bandung. Bangunan Yayasan Kebudayaan Rancage dilengkapi dengan Perpustakaan Ajip Rosidi.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kontribusi Yayasan Kebudayaan Rancage dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra, khususnya bahasa dan sastra Sunda di Provinsi Jawa Barat.
“Pada tahun 2025 ini, Badan Bahasa melakukan pemetaan bahasa, sastra, dan aksara daerah untuk memperbarui data kebahasaan nasional. Kemitraan strategis antara pemerintah dan komunitas sangat penting. Hal ini selaras dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu pendidikan bermutu untuk semua melalui partisipasi semesta. Ia berharap bantuan pemerintah kepada komunitas sastra dan literasi dapat tepat sasaran, tepat guna, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Hafidz menyampaikan harapan agar Yayasan Kebudayaan Rancage dapat terus berkontribusi dan memberikan ruang bagi ide-ide kreatif yang menjadi masukan konstruktif dalam pengembangan, pelindungan, dan pembinaan bahasa sebagai bagian dari tugas dan fungsi Badan Bahasa.
Kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang mengenai program unggulan di Badan Bahasa, program Banpem Komunitas Sastra, Banpem Komunitas Literasi, serta program kegiatan di Yayasan Kebudayaan Rancage. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, kunjungan ke Perpustakaan Ajip Rosidi, serta pembacaan puisi Sunda berjudul “Tanah Sunda” karya Ajip Rosidi oleh Salma Fauzani.
Penulis Humas Kemendikdasmen Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments