
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan menggelar kegiatan Baitul Arqam pada Jumat-Sabtu (25–26/4/2025) di Aula Masjid Assyifa milik Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.
Acara ini dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Drs H Shodikin, Ketua PDA Lamongan Diyana Mufidati SAg SPd beserta jajaran pengurus, Ketua Kwarda Hizbul Wathan, kepala TK Aisyiyah, dan Kelompok Bermain Aisyiyah se-Kabupaten Lamongan.
Susunan acara diawali pembukaan oleh Alimah Qurota A’yun, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Hj Fatmawati, penampilan paduan suara oleh Atik Imayah, serta doa yang dipimpin Hj Mutholi’ah.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Diyana Mufidati menyampaikan ucapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Karim. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” kepada seluruh kepala sekolah di bawah naungan Aisyiyah se-Kabupaten Lamongan.
Diyana, yang akrab disapa Bu Din, menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam kali ini sengaja ditempatkan di Aula Masjid Assyifa untuk menanamkan nilai-nilai kesederhanaan.
“Tempat ini bisa menampung ratusan orang, tetapi tidak tersedia selimut, bantal, maupun kasur seperti di rumah atau hotel. Hal semacam ini adalah wujud kesederhanaan yang perlu diajarkan kepada anak didik kita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para pimpinan tidak terbiasa berada di tempat mewah. Jika pun pernah, itu hanya sesekali sebagai bentuk penghormatan. Tidur dengan fasilitas seadanya justru menjadi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan Rasulullah yang sederhana.
Menurutnya, kegiatan Baitul Arqam Amal Usaha Aisyiyah ini bersifat periodik dengan tujuan untuk memantapkan ideologi ber-Muhammadiyah.
“Ideologi kita kini menjadi incaran sebagian pihak di luar sana, apalagi kadar keimanan kita tidak selalu sama,” tegasnya.
Guru yang tinggal di Bluluk ini juga menambahkan bahwa para pemateri dalam Baitul Arqam bukan sembarangan. “Semua pemateri berkompeten dan berasal dari Pimpinan Wilayah,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya ketangguhan mental bagi kepala sekolah agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan di lembaga masing-masing. “Semakin tinggi sebuah lembaga, maka semakin kencang pula angin yang menerpa, seperti angin topan, angin puting beliung, dan angin-angin lainnya,” tuturnya.
Selain itu, kepala sekolah juga diharapkan mampu bersinergi dengan Aisyiyah sebagai penyelenggara lembaga. Jika lembaga berada di bawah naungan cabang, maka harus berkoordinasi dengan PCA. Jika di bawah ranting, koordinasi dilakukan dengan PRA.
“Jangan sampai ada penyelenggara yang datang ke lembaga hanya setahun sekali, itu pun karena diundang acara perpisahan,” pungkasnya. (*)
Penulis Rumikah Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments