Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof. Hamka Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam bagi para asatidz pada Rabu–Kamis (11–12/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 3 MBS Prof. Hamka sebagai bagian dari program penguatan pemahaman keislaman dan ideologi Persyarikatan Muhammadiyah di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 42 asatidz dan berakhir pada Kamis (12/3/2026). Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai materi pembinaan yang dirancang untuk memperkuat wawasan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan pesantren.
Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain Tahsin Tilawatil Al-Qur’an, Pemahaman Hakikat dan Ideologi Muhammadiyah (PHIWM), Burnout, Hasad, Membangun Ukhuwah di Lingkungan Pondok, serta materi tentang MBS Prof. Hamka Berkemajuan.
Kepala SMP MBS Prof. Hamka, Imron Wafdurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi ruang penguatan pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan bagi para asatidz. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan mempererat ukhuwah di lingkungan pesantren.
“Jadi nantinya nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi juga tercermin dalam sikap, budaya kerja, dan cara pandang dalam menjalankan amanah pendidikan,” ujarnya.
Menurut Imron, keberhasilan pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sistem pembelajaran, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, pembinaan ideologi dan spiritualitas bagi para pendidik dinilai penting untuk mendukung proses pendidikan di pesantren.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar-asatidz yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas pendidikan di lingkungan MBS Prof. Hamka.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat ukhuwah di antara para asatidz, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan amanah pendidikan,” tambahnya.
Selain penguatan ideologi, materi mengenai hasad juga menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan ini. Materi tersebut disampaikan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati serta membangun hubungan yang sehat dan penuh keikhlasan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, materi mengenai MBS Prof. Hamka Berkemajuan memberikan gambaran mengenai arah pengembangan pesantren di masa mendatang. Dalam materi tersebut, para asatidz diajak untuk memahami visi serta semangat pengembangan pendidikan yang terus diupayakan oleh MBS Prof. Hamka.
“Para asatidz diajak untuk memahami visi dan semangat kemajuan yang terus diupayakan oleh MBS Prof. Hamka dalam mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan,” paparnya.
Baitul Arqam merupakan salah satu program pembinaan di lingkungan Muhammadiyah yang bertujuan memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sekaligus menumbuhkan komitmen kader dalam menjalankan dakwah dan amal usaha Persyarikatan.
Melalui kegiatan ini, para asatidz MBS Prof. Hamka diharapkan semakin memahami nilai-nilai ideologi Muhammadiyah serta mampu menjalankan tugas sebagai pendidik dengan integritas dan tanggung jawab.
“Dengan demikian, MBS Prof. Hamka tidak hanya mencetak generasi santri yang unggul, tetapi juga didukung oleh para pendidik yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah,” jelas Imron. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments