Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balen menyelenggarakan Baitul Arqom bagi tenaga kependidikan pada Ahad, (1/3/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 70 guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan Muhammadiyah ini bertujuan meningkatkan ilmu, akhlak, dan profesionalisme dalam mendukung kemajuan sekolah dan madrasah.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Affan Febryansah, disusul lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang dipandu Pavita Alya Az-Zahra. Sementara itu, Haura Khadziya Sayyida Rokhim dan Aa Ilma Nur Mazaya memandu jalannya acara secara bilingual.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Balen, H. Yusuf Afendy, dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam aspek ketarjihan dan keislaman. Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai karena setiap ilmu yang diterima akan berdampak pada pendidikan generasi mendatang.
Ketua PCM Balen, Ahmad Malik, juga memberikan pengarahan terkait peran guru Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa guru perlu meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menjaga kebahagiaan dalam bekerja.
“Guru yang berbahagia akan menularkan kebaikan kepada murid dan lingkungannya,” ujarnya.
Lima Nilai Utma Bagi Tenaga Kependidikan Muhammadiyah
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Malik juga menyampaikan lima nilai utama bagi tenaga kependidikan Muhammadiyah, yang ia kutip dari H. Fahri, Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.
Nilai-nilai tersebut meliputi good appearance, good character, disciplined consistency, pemahaman agama dan ibadah yang benar, serta quality work. Kelima nilai ini diharapkan menjadi pedoman bagi guru dalam membangun profesionalitas sekaligus akhlak mulia.
Materi inti Baitul Arqom disampaikan oleh Ustadz Luqman Hakim, yang mengulas kaifiyat bersuci dan sholat. Sebelum materi dimulai, Ketua Majelis Tarjih PDM Bojonegoro memperkenalkan tiga produk tarjih, yaitu putusan, buku tanya jawab agama, dan wacana. Penyampaian materi dikemas interaktif melalui dialog, diskusi, dan praktik langsung tata cara wudhu dan sholat.
Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Banyak yang mengaku mendapatkan pemahaman baru yang lebih konkret tentang ilmu agama dan akhlak, yang sebelumnya dirasa masih abstrak.
Melalui kegiatan ini, Baitul Arqom Muhammadiyah Balen menegaskan pentingnya guru yang berilmu, berakhlak, dan berbahagia sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang beriman dan berkarakter mulia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments