Tema kajian yang disampaikan kepada para siswa SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) berisikan tentang “Meraih Victory di Land of Ramadan”. Kajian itu ditausiahkan saat Baitul Arqom 1447 H. Akbar Nurrazaq SSos menjadi penceramah tarawih pada Jumat (27/2/2026) itu.
Guru Kemuhammadiyahan tersebut mengawali ceramah dengan penyampaian bahwa perlu perjuangan untuk mencapai kemenangan saat Idul Fitri. Perjuangan itu berupa meraih kesuksesan ibadah Ramadan di setiap hari.
“Ibarat liga, sebuah tim harus meraih kemenangan di setiap laga agar memperoleh trofi. Tidak hanya menang dan optimal di akhir laga saja. Beribadahlah yang optimal agar tidak menyesal,” ujarnya disambut meriah oleh para peserta.
Dua Kemenangan Besar
Berkenaan dengan kemenangan, umat Islam zaman Rasulullah pernah meraih dua kemenangan besar saat Ramadan. Pertama, saat perang Badar. Kedua, ketika Fathul Mekkah.
Pada tahun 2 hijriah terjadi perang Badar. Saat itu umat Islam sedang berpuasa. Jumlah pasukannya yakni 313 orang minim senjata. Umat Islam tersebut harus menghadapi pasukan Quraisy yang berjumlah 1.000 orang bersenjata lengkap.
“Ibarat bermain game, kalian menggunakan karakter yang lemah melawan karakter yang kuat. Peluangnya sangat kecil untuk menang. Tapi umat Islam mampu melakukannya,” imbuhnya.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah menutup sumur yang dekat dengan musuh. Hal itu membuat musuh kehausan dan mentalnya melemah. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat ke-123 yang artinya:
“Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur.”
Fathul Mekkah
Kemenangan kedua diraih saat peristiwa Fathul Mekkah. Kejadian pada tahun 8 hijriah ini terjadi akibat pihak Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah. Kesuksesan umat Islam ini bertajuk kemenangan tanpa darah.
Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk melakukan hal yang sangat bijak. Janganlah menyerang kecuali diserang, jangan membunuh orang yang terluka, jangan membunuh tawanan, jangan mengejar yang kabur, berangkatlah dengan semangat keimanan kepada Allah.
Pasukan umat Islam juga melakukan pengepungan dari empat penjuru. Kaum Quraisy pun menyerah tanpa perlawanan. Allah berfirman dalam surah Al Fath ayat ke-1 yang artinya “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”
Pada akhir ceramah, anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Informasi Digitalisasi PCM Krembangan itu menyampaikan dua pesan yang mendalam.
“Mari belajar dari kemenangan-kemenangan yang diraih Rasulullah. Bila dua peristiwa tadi terjadi di medan perang, kita pada bulan Ramadan ini bisa meraih kemenangan salah satunya di atas sajadah melalui ibadah,” tuturnya.
Ibarat lirik lagu Letto yang berjudul Sandaran Hati. Teringat, kuteringat. Pada janji-Mu kuterikat. Hanya sekejap ku berdiri. Kulakukan sepenuh hati. Peduli, ku peduli. Siang dan malam yang berganti. Sedihku ini tak ada arti. Jika Kaulah sandaran hati. Kaulah sandaran hati. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments