
PWMU.CO – SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) menggelar Perayaan Keyakinan Kelas sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak, Jumat (18/7/2025). Kegiatan ini digelar sebagai wujud komitmen sekolah dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA).
Acara dimulai dengan pembacaan Janji Pelajar oleh Luqman Hakim Alifiandra, Janji Pandu Hizbul Wathan oleh Muhammad Raziq Abqary Leksono, dan Doa oleh Athallah Azka Pratama Sigit, yang merupakan siswa kelas 5 Everest.
Dilanjutkan dengan inti acara, yakni Perayaan Keyakinan Kelas yang dipandu oleh Ria Eka Lestari S.Si selaku Penanggung Jawab Bimbingan Konseling (BK) SDMM. Satu per satu, perwakilan siswa dari kelas 1 hingga 6 maju ke depan bersama guru kelas sambil membawa poster bertuliskan komitmen dan keyakinan kelas yang telah mereka susun sebelumnya bersama guru dan orangtua.
Suasana haru dan semangat semakin terasa saat seluruh siswa menyanyikan bersama Lagu Hak Dasar Anak, mengingatkan kembali tentang hak-hak yang mereka miliki sebagai seorang anak, baik di sekolah maupun di rumah.
Sekolah Tanpa Tata Tertib, Tapi Penuh Komitmen

Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Athiq Amiliyah SPd saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan latar belakang adanya perayaan keyakinan kelas.
“Sekolah kita sudah menjadi Sekolah Ramah Anak. Di sini tidak ada lagi peraturan dan tata tertib. Sebagai gantinya, kami bentuk yang namanya Keyakinan Kelas yang berisi komitmen dan konsekuensi logis,” jelasnya.
Athiq menuturkan, program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2021, tepat setelah pandemi. Setiap awal tahun pelajaran, di pekan MPLS, siswa bersama guru dan orang tua menyusun komitmen kelas. Prosesnya tidak hanya berupa diskusi, tetapi juga penandatanganan naskah kesepakatan bersama.
Menanamkan Komitmen Sejak Dini
Melalui perayaan ini, lanjut Athiq, sekolah ingin menanamkan nilai komitmen dan tanggung jawab kepada siswa.
“Kami tidak ingin ini sekadar seremoni. Harapannya, selama setahun ke depan, anak-anak benar-benar melaksanakan apa yang mereka sepakati bersama. Mereka punya kelas impian, dan untuk mewujudkannya, ada komitmen yang harus dijaga. Jika dilanggar, ada konsekuensi logisnya,” terangnya.
Menariknya, dalam pembentukan Keyakinan Kelas, SDMM juga melibatkan orangtua secara aktif.
“Kelas impian ini tidak bisa berjalan hanya dari sekolah. Harus ada keterlibatan dari rumah. Karena itu kami ajak wali siswa untuk mendampingi anak-anak dalam proses penyusunan keyakinan kelas. Ini adalah bentuk kolaborasi pendidikan antara rumah dan sekolah,” ujar Athiq.
Kegiatan ini menegaskan bahwa SD Muhammadiyah Manyar tidak hanya berkomitmen membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan bertanggung jawab dalam lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak dan happy tanpa bully. (*)
Penulis Kazue Salzabella Editor Amanat Solikah


0 Tanggapan
Empty Comments