Search
Menu
Mode Gelap

Bayang-bayang Kekuasaan: Puisi Bernuansa Politik Karya Murid SD Muhtar

pwmu.co -
Keluarga Delisha Athifa Fakhirah Murid SD Muhammadiyah Kota Blitar menampilkan Puisi bernuansa Politik berjudul Bayang-Bayang Kekuasaan di Griya Joglo Tanjungsari (Agus Fawaid/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sebuah puisi bernuansa politik karya Delisha Athifa Fakhirah, murid kelas 6 SD Muhammadiyah Kota Blitar (SD Muhtar), mengejutkan dan menggugah emosi para penonton.

Dalam acara Gebyar Inagurasi dan Gelar Karya P5 yang digelar pada Ahad pagi (18/5/2025) di Griya Joglo Tanjungsari, Jalan Bengawan Solo Nomor 179, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Puisi berjudul Bayang-bayang Kekuasaan ini dibacakan langsung oleh Ayah Delisha, Rodik Priyo Widiarto, di atas panggung. Penonton dibuat terpukau dengan pilihan kata dan keberanian tema yang diangkat oleh Delisha, yang memakai nama pena Li Shakira.

“Saya awalnya tidak menyangka kalau puisi anak saya bernuansa politik. Ketika membaca isinya, saya sendiri sempat terdiam. Ini bukan puisi biasa,” ujar Rodik.

Karya ini menjadi salah satu penampilan yang juga menonjol di antara deretan puisi lain hasil tulisan para murid kelas 6 yang semuanya dibukukan dalam Antologi Puisi berjudul, Pelangi Kita Class VI SD Muhammadiyah Kota Blitar dan resmi diluncurkan dalam acara tersebut.

Berikut ini Puisi yang berjudul:

Bayang-bayang Kekuasaan

Karya: Li Shakira

Di balik tirai kekuasaan yang tebal
Tempat para bayang-bayang
Bersembunyi tak mengeluarkan sura
Menunggu waktu tuk buka mulut

Kekuasaan adalah uang
Kekuasaan adalah kekuatan
Kekuasaan adalah segalanya dalam permainan ini

Permainan yang menguntngkan diri sendiri
Mengorbankan banyak orang
Mengorbankan banyak uang
Mengorbankan bahkan banyak nyawa

Di tengah dunia yang sibuk
Mereka memperebutkan hati rakyat Berbicara dengan mulut lidah manis Demi menangkan permainan ini

Mari kita bicara lantang
Serukan kebenaran

Iklan Landscape UM SURABAYA

Delisha mengaku, ide puisinya muncul dari pengamatannya terhadap kondisi sosial dan berita-berita yang pernah ia lihat.

“Aku ingin menyampaikan sesuatu yang biasanya hanya dibicarakan orang dewasa. Aku ingin anak-anak juga bisa berpikir kritis tentang keadaan sekitar,” ucap Delisha.

Acara Gebyar Inagurasi dan Gelar Karya P5 merupakan kegiatan tahunan yang diikuti seluruh murid kelas 1 hingga 6 SD Muhtar.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pameran karya P5, pentas seni, dan makan bersama. Setelah pukul 09.00 WIB, murid kelas 1 hingga 5 pulang, sementara kelas 6 melanjutkan ke acara puncak Inagurasi dan Tasyakuran hingga siang hari.

Koordinator kegiatan, Nurwahyuni SPd, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang menampilkan potensi dan kreativitas murid.

“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil belajar mereka, tidak hanya dari sisi akademik, tapi juga dari sisi ekspresi dan karakter,” ujar Nur.

SD Muhtar sendiri dikenal dengan branding Islamic School dan memiliki motto Mencetak Generasi Islami, Unggul, dan Berwawasan Global.

Sekolah yang beralamat di Jalan Cokroaminoto Nomor 3, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar ini terus berupaya menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan ramah anak.

Keluarga Delisha termasuk suka literasi. Ayah Rodik Priyo Widiarto, Bunda Otifia Wulantris, serta kedua anak mereka, Delisha dan adiknya Ibrahim Azzam Salahuddin murid kelas 1 di SD Muhtar, sering mengunjungi Perpustakaan dan Makam Bung Karno Kota Blitar pada akhir pekan.

Puisi Bayang-Bayang Kekuasaan menjadi bukti bahwa dari tangan seorang anak, bisa lahir suara lantang tentang kebenaran. Sebuah pesan dari generasi muda, yang layak didengar oleh siapa pun yang peduli pada masa depan bangsa.

Penulis Agus Fawaid Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments