Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Bahasa Sambil Berwirausaha, Siswa Smamsa Ciptakan Produk Inovatif

Iklan Landscape Smamda
Belajar Bahasa Sambil Berwirausaha, Siswa Smamsa Ciptakan Produk Inovatif
Belajar Bahasa Sambil Berwirausaha, Siswa Smamsa Ciptakan Produk Inovatif (Foto: M. Miftahul Muslim/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana belajar Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (Smamsa) pada Jumat (24/10/2025) terasa berbeda dari biasanya. Alih-alih hanya berhadapan dengan buku teks, para siswa kelas XII-4 disibukkan dengan kegiatan produksi dan desain grafis.

Melalui pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang mengusung tema Andai Aku Jadi Pengusaha mereka ditantang untuk tidak hanya berkreasi menciptakan produk orisinal, tetapi juga mengomunikasikannya secara efektif.

Proyek inovatif ini mewajibkan setiap kelompok siswa untuk merancang dan membuat satu produk buatan mereka sendiri. Puncaknya, mereka harus menyusun pedoman atau langkah-langkah pembuatan produk tersebut dalam bentuk teks prosedur yang disajikan secara visual melalui media infografis.

Kepala Smamsa, Moch. Yulianto S.Pd menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia itu sangat aplikatif. Kemampuan menyusun kalimat yang efektif, jelas, dan persuasif adalah kunci dalam dunia kerja, termasuk kewirausahaan,” jelasnya saat ditemui di sela-sela pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Beragam produk makanan kreatif lahir dari tangan mereka, seperti Cendol Kecebong, Roti Bakar Gos Bread, Mocca Cincau, HoneyMoon Sehat, hingga puding yang diberi nama Matchalush.

Tantangan sesungguhnya datang saat mereka harus menuangkan seluruh proses pembuatan ke dalam sebuah infografis. Di sinilah kemampuan berbahasa Indonesia mereka benar-benar diuji.

“Awalnya kami kira mudah, ternyata cukup sulit,” ujar Yuni, salah satu siswi yang kelompoknya membuat produk puding berbahan dasar teh hijau bernama Matchalush.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Kami harus memilih kata-kata yang baku, menggunakan kalimat perintah yang singkat dan jelas, serta memastikan semua ejaan dan tanda baca sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Semua itu harus muat dalam desain infografis yang menarik secara visual,” tuturnya dengan semangat.

Yulianti S.S guru Bahasa Indonesia yang mengampu proyek ini, menambahkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga pada proses dan ketepatan berbahasa dalam infografis.

“Melalui tugas ini, siswa belajar secara langsung bagaimana menyusun teks prosedur yang baik. Selain itu, mereka juga mendapat penilaian lebih ketika berhasil membuat produk makanan yang orisinal atau berhasil menginovasikan makanan yang sudah pernah ada,” ungkap sosok guru yang biasa disapa Yuli itu.

Puncak dari kegiatan ini adalah sesi pameran dan presentasi, di mana setiap kelompok menjabarkan produk beserta infografis di depan guru dan teman sekelasnya. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan berbicara dan meyakinkan calon pembeli terhadap produk yang telah mereka buat.

Metode pembelajaran berbasis proyek seperti ini terbukti berhasil mengintegrasikan berbagai keterampilan dalam satu kegiatan yang bermakna, mulai dari kreativitas, kerja sama tim, literasi digital, hingga penguasaan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Para siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar menjadi pencipta dan komunikator andal.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡