Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar dari Alumni: Aeshnina Ajak Siswa SD Muwri Jadi Pejuang Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Belajar dari Alumni: Aeshnina Ajak Siswa SD Muwri Jadi Pejuang Lingkungan
Nina Bersama Siswa SD Muwri di Bawah Kran Raksasa (Rahmat Syayid Syuhur/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana pagi di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik tampak berbeda dari biasanya. Sejak siswa, guru, karyawan, hingga wali murid memasuki gerbang sekolah, pandangan mereka langsung tertuju pada sebuah instalasi unik yang berdiri di halaman utama.

Sebuah kran raksasa yang mengeluarkan sampah plastik seakan menggambarkan bagaimana bumi terus dibanjiri limbah botol plastik setiap hari. Properti kreatif ini sengaja dihadirkan sebagai simbol sekaligus pengantar pesan penting dalam kegiatan spesial Selasa (2/9/2025).

Hari itu, SD Muwri kedatangan tamu istimewa, Aeshnina Azzahra Aqilani. Sosok muda inspiratif ini bukan orang asing bagi keluarga besar SD Muwri. Nina, begitu ia disapa, merupakan alumni yang kini dikenal luas di Indonesia bahkan dunia. Kiprahnya dalam menyuarakan isu lingkungan, khususnya bahaya sampah plastik dan mikroplastik, telah membawanya berbicara di forum internasional di berbagai negara Eropa dan Asia.

Kedatangan Nina membawa kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Lebih dari sekadar reuni, ia hadir dengan misi mulia: mengedukasi generasi muda, khususnya kader eco warrior SD Muwri, tentang bahaya mikroplastik bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Simbol kran plastik raksasa menjadi pembuka yang kuat sebelum Nina menyampaikan edukasi. Benda itu seolah berbicara bahwa krisis plastik sudah ada di depan mata. Plastik yang dibuang tidak hilang begitu saja, tetapi terurai menjadi partikel kecil bernama mikroplastik dan akhirnya masuk ke tanah, sungai, laut, bahkan tubuh manusia.

Dengan penuh semangat, Nina menceritakan perjalanan panjangnya sebagai aktivis lingkungan sejak usia belia. Ia pernah menulis surat kepada para pemimpin dunia tentang keresahannya terhadap kiriman sampah plastik dari negara maju ke Indonesia. Keberanian itu membuat namanya dikenal luas dan membuka jalan untuk berbicara di forum dunia, termasuk di Kanada dan Belanda.

Namun, yang membuat suasana semakin bermakna adalah cara Nina menyampaikan pesan dengan sederhana dan mudah dipahami. Ia menjelaskan bahwa mikroplastik bisa ditemukan di air minum, makanan, bahkan udara yang kita hirup. Jika tidak diatasi, generasi mendatang akan mewarisi bumi penuh racun plastik.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kalian harus senang sekolah di SD Muwri. Kalian beruntung bisa sekolah di sini. Seperti saya dulu, waktu di sini saya belajar dan mendapatkan prinsip serta keyakinan yang saya pegang hingga sekarang,” ujar Nina di hadapan siswa. Ucapannya disambut tepuk tangan meriah.

Tidak hanya menyampaikan bahaya, Nina juga mengajak anak-anak menjadi bagian solusi. Ia menekankan langkah kecil seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi plastik sekali pakai, dan aktif dalam kegiatan eco warrior di sekolah. Dalam sesi interaktif, anak-anak bahkan diajak melihat contoh mikroba dan bakteri akibat sampah plastik sehingga mereka belajar dengan cara menyenangkan.

Kehadiran Nina menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Kepala sekolah dan guru menilai, pencapaian Nina adalah bukti bahwa nilai-nilai di SD Muwri mampu membentuk karakter kuat anak-anak. “Nina adalah teladan bahwa belajar sungguh-sungguh, menjaga prinsip, dan peduli lingkungan bisa membawa manfaat tidak hanya bagi bangsa, tetapi juga dunia,” ujar salah seorang guru.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Senyum para kader eco warrior tampak semakin bersemangat untuk meneruskan perjuangan menjaga bumi dari ancaman plastik. Kran raksasa di halaman sekolah pun menjadi simbol yang tak mudah dilupakan, pengingat bahwa perjuangan melawan sampah plastik masih panjang dan setiap anak punya peran di dalamnya.

Hari itu, SD Muhammadiyah 1 Wringinanom tidak hanya menyambut pulang seorang alumni dunia, tetapi juga menyemai semangat baru bagi generasi penerus: semangat mencintai lingkungan, menjaga bumi, dan menanamkan prinsip kebaikan sejak dini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu