Salah satu momen berkesan dalam rangkaian Rapat Kerja Pemuda Masjid Al-Hidayah tahun 2025 adalah kegiatan sharing session bertema “Masjid Makmur dan Memakmurkan” bersama Ustadz Edi Utomo, Ketua Takmir Masjid Supangat Tuban (9/11/2025).
Sekitar pukul sepuluh pagi, rombongan peserta tiba di Masjid Supangat dan langsung disambut hangat oleh Ustadz Edi Utomo bersama jajaran takmir.
Kehangatan sambutan itu semakin terasa ketika para peserta diajak berkeliling area masjid yang tampak asri dengan berbagai tanaman hijau, termasuk pohon buah alpukat yang tumbuh subur di sekitar masjid.
Di sela kegiatan tersebut, sempat berlangsung diskusi santai mengenai manfaat dan teknik penanaman alpukat, yang ternyata menjadi salah satu wujud nyata semangat pemberdayaan lingkungan oleh pihak takmir.
Setelah berkeliling, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Ustadz Edi Utomo. Beliau menekankan bahwa masjid yang makmur bukan hanya terlihat dari ramainya jamaah saat ibadah, tetapi juga dari bagaimana masjid mampu memberdayakan umat di sekitarnya.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya sikap optimis, berpikir berbasis data, serta keberanian untuk berinovasi.
Menurut beliau, masjid perlu memiliki karakter dan identitas yang kuat agar mampu menjadi pusat gerakan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.
Beliau juga menekankan pentingnya mengubah hal-hal yang biasa menjadi luar biasa, dengan memulai dari niat yang tulus dan program yang jelas. Uang, kata beliau, akan mengikuti program yang baik dan bermanfaat.
Di sisi lain, pola pikir umat juga perlu diarahkan dari sekadar memberi menjadi memberdayakan, agar kebaikan yang ditanam dapat tumbuh berkelanjutan dan melahirkan kemandirian.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Edi Utomo juga memperkenalkan dua program baru Masjid Supangat yang baru saja diluncurkan, Bank Ziska, yaitu pengelolaan dana sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan masyarakat, serta program Sunat Setiap Hari Jumat sebagai bentuk nyata pelayanan sosial yang berkesinambungan.
Kegiatan ini memberikan inspirasi mendalam bagi para Pemuda Masjid Al-Hidayah. Melalui pengalaman dan teladan dari Masjid Supangat, para peserta belajar bahwa makmurnya masjid tidak hanya ditentukan oleh jumlah jamaah, tetapi juga oleh kemampuan masjid untuk memakmurkan masyarakatnya.
Semangat ini diharapkan menjadi pemicu bagi para pemuda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menghidupkan masjid dengan karya dan pemberdayaan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments