Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Jadi Mandiri, Siswa Tahfidh Smamita Nyantri Sepekan di Ponpes Elkisi

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Siswa Tahfidh SMA Muhammadiyah 1 Taman melaksanakan kegiatan Dauroh Tahfidh di Pondok Pesantren Islamic Center Elkisi (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Siswa Kelas Tahfidh SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) melaksanakan kegiatan Dauroh Tahfidh di Pondok Pesantren Islamic Center Elkisi, yang terletak di Jalan Trawas Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini berlangsung mulai Kamis (8/5/2025) hingga Kamis (15/5/2025).

Sebanyak 21 siswa dari kelas X-4 Tahfidh Smamita mengikuti kegiatan ini. Selain sebagai pelatihan dalam membaca, menghafal, dan mempelajari al-Quran, Dauroh Tahfidh ini mengusung tema “Bersama al-Quran, Teguh dalam Iman, Semangat Menatap Masa Depan.”Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta MIKom, beserta Wakil Ismuba, Miftahol Jannah MPd, Staf Ismuba, Ummu Syarifah SPdI, Koordinator Tahfidh Smamita, Fauzi Asnawi SSosI, serta para jajaran dari Smamita. Selain itu, Kepala SMA Elkisi, Gunanto Amintoko MPd, dan Ustadz Ali Murtadho, pengasuh santri Elkisi, turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Miftahol Jannah MPd, memberikan pesan agar semua siswa tahfidh dapat memaksimalkan kegiatan selama satu pekan ke depan. “Saya berharap anak-anak bisa memaksimalkan kegiatan ini. Keseriusan belajar sangat diperlukan, begitu pula dengan etika dan akhlak yang akan diperkuat di pesantren. Ketika kalian beraktivitas di luar pesantren, jaga nama baik sekolah,” ujarnya.

Miftah juga mengingatkan para siswa untuk tidak merasa terbebani. “Kegiatan ini memang tidak lama, tetapi jika kalian menikmatinya dengan santai, waktu akan terasa cepat. Sebaliknya, bagi yang merasa terpaksa, waktu bisa terasa lama. Jadikan ini bagian dari pembelajaran hidup kalian,” tambahnya. Ia menekankan bahwa apa yang dipelajari saat ini mungkin baru akan terasa manfaatnya bertahun-tahun kemudian.

Gunanto Amintoko MPd, Kepala SMA Elkisi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada tahfidh, tetapi juga pada tahsin (perbaikan bacaan al-Quran). “Setelah shalat wajib, akan ada sesi membaca al-Quran bersama. Siswa akan didampingi oleh santri yang lebih senior dan pembimbing untuk mengikuti bacaan tersebut,” jelasnya.

Gunanto juga menambahkan bahwa selama di pesantren, siswa akan belajar untuk hidup lebih mandiri, merasakan kehidupan pesantren yang penuh tantangan, dan mengembangkan kedisiplinan. “Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa, tidak hanya dalam hal keagamaan, tetapi juga dalam aspek kehidupan lainnya. Semoga mereka mendapatkan manfaat yang besar dari pengalaman ini,” pesannya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam surah At-Taubah ayat 41 disebutkan, “Berangkatlah kamu untuk berperang, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Ayat ini mengingatkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan ilmu, meski terasa berat, adalah suatu amal yang baik.

Gunanto menutup pesannya dengan harapan agar para siswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, tidak hanya untuk menambah hafalan al-Quran, tetapi juga untuk memperdalam pemahaman tentang keilmuan agama. “Ketika kalian lulus dari sekolah, bukan hanya sekedar lulus, tetapi juga menjadi pribadi yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Keilmuan yang didapatkan harus diamalkan dan diteruskan,” pungkasnya. (*)

Penulis Nashiiruddin Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu