Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Keselamatan Tak Harus Tegang, SD Muhammadiyah 4 Zamzam Bermain Air Hujan Buatan Bersama Damkar

Iklan Landscape Smamda
Belajar Keselamatan Tak Harus Tegang, SD Muhammadiyah 4 Zamzam Bermain Air Hujan Buatan Bersama Damkar
Keseruan Siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam Bermain Air Hujan Buatan Bersama Damkar. Foto: Realita Tataguna CB/PWMU.CO.
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Sidoarjo, menghadirkan cara unik untuk mengenalkan keselamatan kebakaran kepada siswa. Pada Kamis (18/12/2025), halaman sekolah dipenuhi tawa riang saat anak-anak bermain air hujan buatan yang disemprotkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang seru ini tidak hanya membuat siswa basah dan gembira, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting tentang siaga kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan langkah-langkah aman saat menghadapi bahaya di rumah.

Sejak pagi, para siswa datang membawa jas hujan dari rumah. Warnanya beragam, mulai dari polos, bermotif kartun, hingga bergambar tokoh favorit. Anak-anak terlihat penasaran, saling bertanya, dan tak sabar menanti kejutan hari itu, yakni kunjungan tim Damkar Kabupaten Sidoarjo.

Satu unit mobil Damkar memasuki halaman sekolah dan langsung disambut sorak sorai siswa. Meski tanpa sirene, kehadiran kendaraan besar berwarna merah itu sudah cukup memeriahkan suasana.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, M.AP., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembelajaran sebelum libur semester sekaligus bekal penting bagi para siswa.

“Menjelang libur sekolah, anak-anak akan lebih banyak beraktivitas di rumah. Oleh karena itu, kami ingin mereka tidak hanya menikmati masa liburan dan bersenang-senang, tetapi juga memiliki pemahaman dasar mengenai keselamatan diri dan lingkungan,” ungkapnya.

Materi kemudian dilanjutkan oleh petugas Damkar Kabupaten Sidoarjo. Dengan bahasa yang sederhana dan gaya komunikatif, petugas menjelaskan berbagai penyebab kebakaran yang kerap terjadi di rumah, seperti kompor, instalasi listrik, serta benda-benda yang mudah terbakar.

Anak-anak juga diajak mengenal langkah awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran, termasuk pentingnya tetap tenang dan segera menjauh dari sumber bahaya.

Salah satu petugas menjelaskan bahwa jika terjadi kebakaran atau ditemukan hewan buas seperti ular dan biawak, termasuk saat membutuhkan bantuan untuk menolong kucing atau kejadian lain yang memerlukan penanganan cepat dan tepat, masyarakat dapat menghubungi Damkar melalui nomor darurat 112.

Penjelasan tersebut disampaikan sambil memperagakan gerakan, yang kemudian ditirukan oleh anak-anak dengan penuh antusias, meski sesekali diselingi tawa karena gerakan yang belum sempurna.

Selain itu, para ustaz dan ustazah juga dibekali pengetahuan tentang penggunaan APAR. Tidak hanya siswa yang berkesempatan mempraktikkan cara memadamkan api, para ustaz dan ustazah pun turut mencoba memadamkan api secara langsung.

Momen yang paling ditunggu pun akhirnya tiba. Anak-anak diminta mengenakan jas hujan yang telah mereka bawa. Setelah semuanya siap, selang pemadam diarahkan ke udara dan air mulai disemprotkan. Seketika, halaman sekolah berubah menjadi arena hujan buatan. Anak-anak melompat, berlari kecil, berputar, dan tertawa lepas menikmati siraman air yang jatuh bak hujan.

Suasana semakin riuh. Ada anak yang sengaja membuka tangan lebar-lebar, ada yang berteriak kegirangan, bahkan ada pula yang melompat berulang kali sambil tertawa. Namun, di balik keceriaan tersebut, petugas tetap menyelipkan pesan-pesan penting tentang fungsi mobil Damkar serta cara penggunaannya dalam kondisi darurat.

Pihak Damkar menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, mereka ingin anak-anak tidak merasa takut terhadap Damkar. Anak-anak diharapkan memahami bahwa petugas hadir untuk membantu dan menyelamatkan masyarakat.

Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari para wali murid. Salah satu wali murid kelas III, Rina, mengaku senang melihat anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.

“Anak-anak basah dan tertawa, tetapi pulangnya tetap membawa cerita tentang api, listrik, dan keselamatan. Ini merupakan pengalaman yang pasti akan mereka ingat,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Urusan Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Ayu Wulandari, S.Pd. Menurutnya, pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan justru membuat pesan lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

“Kami ingin anak-anak belajar tanpa merasa digurui. Mereka boleh bermain dan tertawa, namun tetap ada nilai disiplin, kebersamaan, serta kesiapsiagaan yang ditanamkan,” jelasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, petugas Damkar, dan wali murid. Jas hujan masih dikenakan, sepatu tampak basah, dan senyum lebar menghiasi wajah anak-anak. Suasana tersebut menjadi penutup manis menjelang libur sekolah.

Di SD Muhammadiyah 4 Zamzam, pembelajaran tentang keselamatan terbukti dapat disampaikan dengan cara yang aman, ceria, dan meninggalkan kesan mendalam. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu