Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar kegiatan parenting bertema “Membangun Keluarga Surga, Meneladani Metode Mendidik Anak ala Rasulullah SAW.”
Kegiatan yang menghadirkan psikolog, konselor, sekaligus penulis buku best seller, Sinta Yudisia SPsi MPsi, tersebut berlangsung di Royal Plaza lantai UG pada Jumat (5/9/2025).
Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Norma Setyaningrum MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah yang meliputi parenting serta lomba Ranking 1 khusus wali murid.
Norma menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini diisi dengan kegiatan parenting sebagai upaya meneladani Rasulullah sekaligus menambah wawasan Keislaman dan Kemuhammadiyahan.
“Hari ini adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami mengisinya dengan kegiatan parenting, berusaha meneladani Rasulullah melalui pola asuh, sekaligus menambah wawasan keislaman dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan parenting ini digelar sebagai upaya meneladani Rasulullah, mengenal lebih dekat pribadi Nabi Muhammad SAW, sekaligus menambah wawasan.
“Kami mengundang wali murid kelas 1 hingga kelas 6 untuk hadir. Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 wali murid,” paparnya.
Norma menjelaskan bahwa parenting untuk wali murid ini merupakan program rutin sekolah yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Kegiatan kali ini menjadi yang pertama pada tahun ajaran baru.
“Selain parenting, kami juga memiliki beberapa program untuk wali murid, di antaranya ngaji bersama yang biasa kami sebut Prolaq, yaitu Program Lancar Baca al-Quran,” tuturnya.
Norma berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bersama untuk lebih mengenal sosok Rasulullah SAW, terutama dalam pembentukan karakter dan pola asuh anak.
“Kita semua adalah orang tua bagi anak-anak yang dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi unggul, berkarakter, dan berprestasi sesuai visi sekolah. Selain itu, bagaimana caranya agar kita bisa membangun keluarga surga, keluarga yang menjadi idaman setiap muslim,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Surabaya, Salman Alfarisi BMR SHI, atau yang akrab disapa Gus Salman.
“Parenting seperti ini sangat penting dalam dunia pendidikan, khususnya di SD Muhammadiyah 24 Surabaya, dan perlu untuk terus dilaksanakan secara rutin ke depannya,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan karakter anak, lanjut Gus Salman, pembelajaran tidak mungkin hanya mengandalkan sekolah semata. Peran orang tua sangat penting, karena keteladanan orang tua menjadi awal dari proses pembelajaran anak.
Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada sekolah serta mendorong seluruh sekolah Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Wonokromo untuk terus melaksanakan program parenting.
“Maka dari itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah memberikan apresiasi yang tinggi. Kami mendorong seluruh sekolah Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Wonokromo, untuk terus melaksanakan program parenting,” sambungnya.
Gus Salman juga menekankan pentingnya penanaman nilai keteladanan dan pembentukan karakter anak.
“Program parenting ini menjadi penunjang pembelajaran agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi anak-anak, terutama dalam menanamkan nilai-nilai keteladanan serta membentuk karakter mereka,” imbuhnya.
Gus Salman berharap SD Muhammadiyah 24 Surabaya dapat terus melanjutkan program parenting sehingga brand karakter sekolah menjadi semakin kuat. Selain itu juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar.
“Kalau bisa, kegiatan seperti ini dirutinkan setiap bulan atau diperbanyak lagi. Tujuannya agar orang tua sadar bahwa pendidikan anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal pembelajaran anak, salah satunya dengan memberikan edukasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan belajar anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga membutuhkan peran orang tua di rumah yang selaras dan bersinergi dengan pihak sekolah.
“Yang terpenting dalam pembelajaran adalah peran orang tua dalam mendidik anak di rumah. Apa yang disampaikan di sekolah harus benar-benar dikawal oleh orang tua. Inilah sinergi penting antara orang tua dan sekolah dalam menunjang keberhasilan pembelajaran,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments