SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) menyelenggarakan kegiatan simulasi salat Idulfitri yang diikuti oleh para siswa pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tata cara pelaksanaan salat Idulfitri sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.
Kegiatan simulasi salat Idulfitri tersebut berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh para siswa dengan antusias. Sejak pagi hari, para siswa telah berkumpul di lingkungan sekolah dengan mengenakan busana muslim yang rapi. Para guru kemudian memberikan arahan serta penjelasan mengenai makna Idulfitri dan tata cara pelaksanaan salat Idulfitri sesuai tuntunan syariat Islam.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung rangkaian pelaksanaan salat Idulfitri. Para siswa diajak memahami tahapan ibadah mulai dari takbir, pelaksanaan salat dua rakaat, hingga mendengarkan khutbah Idulfitri. Metode pembelajaran praktik seperti ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung bagi siswa sehingga mereka lebih memahami pelaksanaan ibadah tersebut.
Dalam kegiatan simulasi ini, beberapa siswa juga diberi kesempatan untuk menjadi petugas dalam pelaksanaan salat Idulfitri, seperti imam dan khatib. Hal tersebut dilakukan untuk melatih keberanian, rasa tanggung jawab, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa ketika diberi amanah untuk memimpin ibadah di hadapan jamaah.
Di Gedung 1, siswa Arkan Musyaffa’ dari kelas 4G dipercaya untuk menjadi imam dalam simulasi salat Idulfitri. Ia memimpin jalannya salat di hadapan para jamaah yang terdiri atas siswa dan guru.
Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan oleh siswa Achmad Rema Setiaji dari kelas 5E. Dalam khutbahnya yang berjudul “Kembali ke Fitrah, Memperbaiki Diri di Hari Idul Fitri,” ia menyampaikan pesan tentang makna Idulfitri sebagai momentum untuk memperbaiki diri setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Dalam khutbah tersebut, Achmad Rema Setiaji mengajak para jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk kembali kepada fitrah serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menjelaskan bahwa ibadah puasa yang telah dijalani selama bulan Ramadan merupakan latihan bagi umat Islam untuk mampu mengendalikan diri dari berbagai godaan.
Menurut Rema, sapaan akrab Achmad Rema Setiaji, dirinya merasa bangga dan bersyukur karena mendapat kesempatan menjadi khatib dalam simulasi salat Idulfitri tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi momen yang berharga sekaligus menambah keberanian dan kepercayaan dirinya dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman di hadapan jamaah.
“Alhamdulillah saya merasa senang dan bangga karena bisa dipercaya menjadi khatib pada simulasi sholat Idulfitri ini. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri setelah Ramadhan,” ungkapnya.
Sementara itu, di Gedung 2, siswa Abdel Ahsan Alfarezqy dari kelas 3F bertugas sebagai imam dalam simulasi salat Idulfitri. Ia memimpin pelaksanaan salat di hadapan para jamaah yang terdiri atas siswa dan guru.
Baik di Gedung 1 maupun di Gedung 2, para siswa mengikuti rangkaian simulasi salat Idulfitri dengan tertib di bawah bimbingan para guru. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktik ibadah agar siswa dapat memahami secara langsung tata cara pelaksanaan salat Idulfitri.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti setiap rangkaian simulasi dengan penuh perhatian. Sejumlah siswa tampak memperhatikan setiap gerakan dan bacaan dalam pelaksanaan salat Idulfitri sehingga mereka dapat memahami tata cara ibadah tersebut dengan lebih baik.
Kegiatan simulasi ini juga menjadi bagian dari program pembelajaran sekolah dalam menanamkan pemahaman agama kepada siswa melalui praktik ibadah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami makna Idulfitri sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Selain itu, para siswa juga diharapkan mampu mempraktikkan tata cara pelaksanaan salat Idulfitri dengan baik ketika melaksanakannya bersama keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan simulasi ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam dalam diri para siswa sejak dini. Pembelajaran melalui praktik ibadah diharapkan dapat membantu siswa memahami sekaligus mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments