Duo reporter cilik SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur, Fathia Aliyah Ramadhani kelas VI Karimun Jawa dan Azkadina Alfanani kelas V Everest, kembali mendapatkan kesempatan berharga untuk wawancara sekaligus belajar bersama tokoh.
Kali ini mereka berkesempatan belajar terkait isu-isu terbaru mengenai lingkungan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah S.T M.T.
Kesempatan itu mereka manfaatkan dengan baik, terbukti dengan interview menarik dan bermakna yang membahas lingkungan.
Wawancara tersebut dilaksanakan sejak pukul 13.30–14.40 di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Jalan KH Wachid Hasyim nomor 17, Gresik, Rabu (17/9/2025).
Awalnya, kedatangan mereka disambut oleh Rahmatus Tsani SPi M.Ec Dev, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda. Sebanyak 14 pertanyaan diajukan oleh duo reporter cilik SDMM itu.
Pertanyaan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan keluarga sadar iklim, kondisi terkini lingkungan dan sampah di Kabupaten Gresik. Lalu, juga peran pemerintah dalam mewujudkan Gresik merdeka sampah, sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, serta harapan kepada siswa di seluruh Kabupaten Gresik terkait pengelolaan sampah.
Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menyampaikan pentingnya Keluarga Sadar Iklim. Terlebih, keluarga merupakan bagian kecil dari masyarakat pada umumnya.
Jika keluarga mampu peduli, aktif, dan berkomitmen untuk sadar sampah, maka tidak mustahil akan terwujud masyarakat yang peduli sampah.
Berbagai peran pemerintah, dalam hal ini DLH Kabupaten Gresik, telah dilakukan dengan mengedukasi berbagai lapisan masyarakat agar lebih proaktif dalam pengelolaan sampah, terutama dalam pengurangan penggunaan plastik sekali pakai (PSP).
PSP kerap digunakan di rumah tangga, misalnya ketika membeli benda di toko. Hal ini seharusnya bisa disiasati dengan penggunaan tas belanja dan tumbler untuk minuman.
“Harusnya perlu diingat bahwa manusia ini sebagai khalifah di muka bumi, yang bisa bertugas untuk menjaga kelestariannya bukan malah menjadikan kerusakan,” ungka Sri Subaidah.
Saat ini DLH Kabupaten Gresik berfokus pada pengurangan penggunaan sampah PSP. Hal itu tertuang dalam surat edaran yang diberikan kepada seluruh ritel modern di Kabupaten Gresik. Ini juga menjadi komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Gresik Kawasan Merdeka Sampah.
Kolaborasi Sekolah Adiwiyata dan Kampung Proklim
Ditanya terkait pentingnya sekolah Adiwiyata, Sri Subaidah menjelaskan bahwa keberadaan sekolah Adiwiyata sangat membantu peran DLH dalam mewujudkan masyarakat peduli sampah dan sadar iklim.
Menurutnya, melalui sekolah Adiwiyata, generasi muda penerus bangsa akan lebih mudah memiliki kebiasaan peduli dan sadar iklim. Mereka dapat melaksanakan berbagai aktivitas yang sudah dicontohkan oleh dewan guru di sekolah.
Sementara dalam skala lebih besar, pejabat berkacamata itu mendorong masyarakat agar proaktif dalam mewujudkan Gerakan Kampung Proklim. Gerakan ini turut melibatkan desa, kelurahan, atau lingkungan di tingkat RT/RW yang secara mandiri dan berkelanjutan melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.
Program nasional ini diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat ketahanan iklim dan menurunkan emisi gas rumah kaca di tingkat lokal melalui aksi nyata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik itu yakin, dengan peran berbagai pihak, tidak mustahil jika ke depan Kabupaten Gresik bisa menjadi Kawasan Merdeka Sampah sekaligus percontohan bagi kabupaten/kota lainnya.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan mulai sekarang nunggu kapan lagi, ayo kita jaga kelestarian bumi yang kita tinggali,” ungkapnya dalam penutup wawancara.






0 Tanggapan
Empty Comments