
PWMU.CO – Memasuki hari kedua Study Wisata Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah, semangat spiritual dan keteladanan menjadi fokus utama kegiatan siswa SDMM kelas VI. Kegiatan diawali dengan salat malam (qiyamul lail) yang diikuti oleh seluruh siswa secara khusyuk dan tertib di masjid dekat hotel. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan salat subuh berjamaah, memulai hari dengan suasana tenang dan penuh keikhlasan.
Usai salat subuh, rombongan bergerak menuju kompleks makam KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang berlokasi di Kompleks Pemakaman Umum Kampung Karangkajen RT 41 RW 11, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu momen paling sakral dan bermakna dalam rangkaian study wisata.
Di lokasi makam, siswa berkumpul dengan tertib dan didampingi para ustaz/ustazah, mengenang jasa-jasa besar KH. Ahmad Dahlan dalam perjuangannya menyebarkan dakwah Islam dan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Siswa diajak merenungi nilai-nilai keteladanan beliau, seperti Keikhlasan dalam berdakwah, Kepedulian terhadap pendidikan dan sosial, Inovasi dalam menyampaikan ajaran Islam, Semangat perubahan yang berpijak pada al Quran dan Sunnah.
Ziarah ini diharapkan menanamkan semangat perjuangan dan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Para siswa tampak khidmat dan menyimak penjelasan sejarah dengan penuh perhatian, menandakan kedewasaan dan penghargaan mereka terhadap nilai-nilai luhur pendiri Muhammadiyah.
Setelah melakukan ziarah ke makam KH. Ahmad Dahlan, seluruh peserta kembali ke hotel untuk bersih diri dan sarapan bersama. Usai sarapan, rombongan melakukan check-out dari hotel dan melanjutkan perjalanan untuk menggali sejarah Muhammadiyah lebih dalam melalui kunjungan ke Kampung Kauman, pusat budaya dan sejarah Muhammadiyah di Yogyakarta.
Memahami Perjuangan Muhammadiyah
Untuk memudahkan pengelolaan dan agar kunjungan berjalan maksimal, peserta dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan kelas masing-masing. Setiap kelompok didampingi oleh pemandu wisata dan didampingi oleh ustaz/ustazah
Rombongan memulai perjalanan dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Kampung Kauman, antara lain Masjid Gede Kauman, Langgar Kidoel, Langgar Aisyiyah, Komplek makam Nyai Walidah, dan berkeliling di Kampung Kauman.
Selama kunjungan, para siswa mendapatkan penjelasan sejarah dan makna dari setiap lokasi yang dikunjungi, serta pentingnya kontribusi tokoh-tokoh tersebut dalam membangun Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang besar dan berpengaruh hingga saat ini. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang hidup dan menyentuh hati, mengajak siswa mengenal secara langsung akar budaya dan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan sejarah tersebut.
Kesan dan harapan yang diampaikan oleh guru kelas VI AR Baswedan Syafa’atul Ilmiah kepada seluruh siswa kelas VI.
“Anak-anak, kegiatan wisata napak tilas sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman ini adalah kesempatan emas untuk kalian belajar langsung tentang perjuangan dan nilai-nilai luhur para pendiri Muhammadiyah. Saya sangat bangga melihat antusiasme dan rasa ingin tahu kalian selama berkeliling dan mendengarkan penjelasan dengan serius,” tuturnya.
Semoga pengalaman ini membuka wawasan kalian dan menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan agama. Jadikan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial yang kalian pelajari sebagai bekal penting dalam menapaki jenjang berikutnya, yaitu SMP. Teruslah semangat belajar, menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia. Ingat, kalian adalah generasi penerus yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.






0 Tanggapan
Empty Comments