Ikatan Keluarga Ponpes Al-Ishlah (IKPI) atau organisasi yang mengikat para alumni Ponpes menggelar buka bersama (Bukber) sejaligus rapat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).
Rapat yang diadakan di malam ke 17 Ramadan, pas turun hujan lebat disertai angin kencang ini diadakan di Kantor Sekretariat Al-Ishlah Lantai Satu dan dihadiri Pengurus Pusat IKPI, dalam rapat tersebut dihasilkan kesepakatan akan diselenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) dengan menargetkan tahun ini berbarengan dengan tahun ke-40 berdirinya Ponpes Al-Ishlah Sendangagung.
Mubes IKPI
Dari jajaran Pengurus Pusat Ustadz IKPI nampak hadir; Arromuharmuzi M.PdI, Aminuddin M.Pd, Gondo Waloyo MA, Freti Fatmawati M.Pd, Sof Fahruddin S.Pd, Imaduddin S.Ag, Yusuf Abidin S.HI, Nadziroh S.Ag, Habib Chirzin SP, dr Rosydina RQ, M.Kes, Sri Welas M.Pd, Wahyuni S.Ag, Azam Mushofa Lc, MIRKH, M. Dzikrullah S.Kom, M Iqbal Lc, MA.
“Kita targetkan Syawal tahun ini atau bertepatan 24 Maret 2026 akan gelar Mubes untuk LPJ, dan reformasi Pengurus Pusat dan in Sya Allah pelantikan pengurus baru akan dimasukkan ke dalam rangkaian acara Empat Dasawarsa Ponpes Al-Ishlah,” ungkap Ketua IKPI pusat, M. Arromuharmuzi.
Ia menambahkan bahwa Mubes akan diikuti Pengurus Pusat yang lama dan setiap periode akan diminta mengutus 3 orang untuk hadir mengikuti Mubes, maka jumlah hadirin diperkirakan 170 lebih.
“Rapat terbatas ini memperteguh komitmen IKPI Pusat untuk terus berupaya merangkul alumni Ponpes Al-Ishlah baik yang hanya 3 tahun maupun yang 6 tahun, bahkan kini ada yang 10 tahun karena Al-Ishlah sejak 1 dekade ini telah memiliki Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an dan Sains (STIQSI) Lamongan,” pungkasnya.
Suasana semangat bermusyawarah penuh kekeluargaan nan guyub tercermin dari kehadiran para Pengurus Pusat, meskipun awalnya hanya disediakan takjil sekedarnya tetapi nyatanya, meja rapat yang panjang itu dipenuhi aneka ragam makanan dan minuman yang dibawa masing-masing peserta rapat.
“Saya tahu yang lain pada bawa takjil maka sekedar melengkapi yang belum ada, maka saya bawa kurma ruthab, bakso cilok dan gorengan untuk dimakan bersama, Ayo tafadhal ustadz, Hadza Majjaanan,” ucap Wahyuni menawarkan makanan yang dibawanya.
Acara berakhir tepat dikumandangkan adzan Maghrib untuk wilayah Al-Ishlah Sendangagung, usai makan takjil para peserta rapat ambil wudlu untuk salat Maghrib dan dilanjut ramah tamah sambil berbuka puasa dengan menu nasi uduk plus ayam bakar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments