Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya. Empat siswinya mewakili Indonesia dalam ajang Japan Design Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung di Kasai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang, pada 3–4 Juli 2026.
Keempat siswa kelas VI tersebut ialah Leanna Sharisa Chafid (Leanna), Noura Malia (Noura), Queenalesha Orlin Ramadhani (Queen), dan Nasyitha Aqila Humaira (Aqila).
Mereka membawa karya inovasi ASEK 2.0 (Shortness of Breath Detector), sebuah alat pendeteksi sesak napas pada bayi yang dikembangkan sebagai solusi awal untuk membantu mendeteksi gangguan pernapasan.
Guru pendamping, Sofwan Hidayat, S.Hum., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh tim binaannya untuk mengikuti pameran inovasi di Jepang.
“Syukur alhamdulillah, tim dari Sekolah Kreatif Baratajaya lolos untuk mengikuti pameran karya di Jepang,” ujarnya saat ditemui di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Rabu (1/7/2026), sesaat sebelum keberangkatan.
Menurut Sofwan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Sekolah Kreatif Baratajaya menjadi satu-satunya delegasi dari jenjang sekolah dasar yang berhasil lolos ke ajang internasional tersebut.
“Prestasi ini menjadi hadiah yang istimewa. Tim kami merupakan satu-satunya tim dari jenjang SD yang lolos mengikuti pameran inovasi di Negeri Matahari Terbit,” tambahnya.
Prosesi pelepasan berlangsung hangat dan penuh haru. Hadir memberikan dukungan antara lain Ira Nurmasari, S.T., S.Pd. selaku Kepala Urusan Kesiswaan, Ahmad Mahmudi, M.Pd. selaku Sekretaris Humas, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd. selaku Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, serta Heru Tjahyono selaku Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS).
Dalam sambutannya, Ely Rhodlifah menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para siswa hingga mampu menembus kompetisi internasional.
“Saya sangat terharu melihat perjuangan kalian. Inovasi yang telah kalian kembangkan kini selangkah lagi akan dipresentasikan di hadapan peserta dari berbagai negara,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan berbagai prestasi yang telah diraih tim inovasi tersebut sebelum bertolak ke Jepang.
“Kalian telah meraih Gold Medal pada ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) di Surabaya, kemudian memperoleh Gold Medal pada National Applied Science Project Olympiad (NASPO) di Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya, pada ajang Indonesia Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) di Jakarta, kalian kembali meraih Gold Medal sekaligus Special Award dari Thailand. Kini saatnya membuktikan kemampuan di panggung internasional. Tetap kompak dan semoga kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa hasil terbaik,” pesannya.
Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah, Heru Tjahyono, menilai inovasi yang dikembangkan para siswa memiliki manfaat nyata bagi masyarakat sehingga layak bersaing di tingkat dunia.
“Inovasi yang kalian usung sangat membanggakan, bahkan bagi kami orang dewasa. Kalian layak bersaing di panggung internasional. Tunjukkan kemampuan terbaik dan tetap percaya diri,” tuturnya.
Prosesi pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ahmad Mahmudi, M.Pd.
Doa tersebut mengiringi langkah empat siswa Sekolah Kreatif Baratajaya menuju Jepang dengan harapan mampu mengharumkan nama sekolah, Muhammadiyah, dan Indonesia melalui karya inovasi yang mereka persembahkan.





0 Tanggapan
Empty Comments