Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dorong Pemanfaatan Lahan Rumah, Kelompok 49 KKN-P Umsida Bagikan 50 Bibit Cabai kepada PKK Dusun Jeruk

Iklan Landscape Smamda
Dorong Pemanfaatan Lahan Rumah, Kelompok 49 KKN-P Umsida Bagikan 50 Bibit Cabai kepada PKK Dusun Jeruk
pwmu.co -

Pemanfaatan lahan rumah untuk menanam bahan pangan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Upaya tersebut dilakukan Kelompok 49 Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dengan membagikan 50 bibit cabai kepada ibu-ibu PKK Dusun Jeruk, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di Balai Dusun Jeruk. Selain membagikan bibit, mahasiswa juga memberikan arahan mengenai pemindahan bibit, penyiraman, serta perawatan tanaman agar dapat tumbuh dan menghasilkan.

Penanggung jawab program Kelompok 49 KKN-P UMSIDA, Lala, mengatakan pemilihan cabai didasarkan pada pemanfaatannya yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Cabai juga dinilai relatif mudah ditanam sehingga dapat dirawat di lingkungan rumah.

“Kami memilih bibit cabai karena cabai termasuk tanaman yang cukup mudah ditanam dan juga sering digunakan sehari-hari. Jadi, kami berharap bibit yang dibagikan bisa benar-benar dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK di rumah, bukan hanya sekadar dibagikan saja,” ujar Lala.

Menurutnya, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong ibu-ibu PKK memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus mengenalkan kebiasaan menanam bahan pangan dari rumah.

“Dengan menanam cabai sendiri di rumah, ibu-ibu bisa memanfaatkan lahan yang mungkin sebelumnya belum digunakan. Kalau nanti sudah berbuah, hasilnya juga bisa digunakan untuk kebutuhan dapur, sehingga sedikit banyak bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan dari rumah sendiri,” jelasnya.

Kepala Dusun Jeruk, Esty, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, cabai merupakan salah satu bahan yang cukup sering digunakan dalam kebutuhan memasak sehingga menanam sendiri dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan tersebut.

“Sangat positif. Dengan adanya pembagian bibit cabai dari adik-adik bisa membantu perekonomian ibu-ibu, khususnya warga Dusun Jeruk. Cabai merupakan bahan dasar memasak, dengan menanam pohon cabai sendiri ibu-ibu nantinya bisa langsung memanen sendiri dan tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli cabai,” ujar Esty.

Ia menilai kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena manfaatnya dapat diterapkan secara langsung di rumah.

“Sangat sesuai, karena kegiatannya sangat positif dan bermanfaat bagi ibu-ibu warga Dusun Jeruk,” tambahnya.

Salah satu penerima bibit, Aini, mengaku senang mendapatkan bibit cabai karena dapat langsung dimanfaatkan untuk ditanam di rumah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Senang, Mbak. Alhamdulillah dapat bibit cabai, nanti bisa dicoba ditanam di rumah. Lumayan juga, bisa buat kebutuhan sendiri,” ujar Aini.

Selain mendapatkan bibit, Aini juga merasa terbantu dengan arahan yang diberikan mahasiswa mengenai cara menanam dan merawat cabai.

“Bermanfaat, Mbak. Soalnya kita jadi dapat bibit dan bisa belajar juga cara menanamnya. Apalagi cabai kan sering dipakai sehari-hari, jadi kalau bisa nanam sendiri lumayan, nggak harus beli terus,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuat Aini tertarik untuk mengembangkan kebiasaan menanam dengan mencoba tanaman lain di rumah.

“Iya, jadi tertarik, Mbak. Kalau ada tempatnya nanti pengin coba nanam tomat, terong, atau sayuran lain. Biar halaman rumah juga lebih hijau dan hasilnya bisa dimanfaatkan,” tambahnya.

Bagi Kelompok 49 KKN-P UMSIDA, pembagian bibit bukan menjadi akhir dari program, melainkan langkah awal agar masyarakat dapat melanjutkan kegiatan secara mandiri.

Setelah bibit diterima, perawatan selanjutnya dilakukan oleh ibu-ibu PKK di rumah masing-masing.

Lala berharap bibit yang telah dibagikan dapat dirawat hingga tumbuh dan menghasilkan sehingga manfaatnya tetap dirasakan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“Harapannya bibit yang sudah kami bagikan bisa benar-benar ditanam dan dirawat sampai tumbuh dan berbuah. Jadi, manfaatnya tidak berhenti ketika kegiatan KKN selesai,” tutur Lala.

Melalui kegiatan tersebut, Kelompok 49 KKN-P UMSIDA berupaya mengenalkan pemanfaatan lahan rumah sebagai bagian dari kebiasaan sederhana dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya terlihat dari tumbuhnya bibit cabai, tetapi juga dari munculnya kebiasaan masyarakat untuk menanam dan memanfaatkan hasilnya secara mandiri.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/08/2026 14:48
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu