Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rabu Penuh Kreasi, Mahasiswa KKN-02 Staim 2026 Ajak Siswa SDN Tamanprijek Menggambar dan Sulap Sampah Jadi Gantungan Kunci

Iklan Landscape Smamda
Rabu Penuh Kreasi, Mahasiswa KKN-02 Staim 2026 Ajak Siswa SDN Tamanprijek Menggambar dan Sulap Sampah Jadi Gantungan Kunci
Ruang Kreasi Siswa: Menggambar dan Mengolah Tutup Botol Menjadi Karya. Pemotret : Dwi Anggun Pratiwi
pwmu.co -

Rabu, 12 Agustus 2026, menjadi hari berbeda bagi siswa SD Negeri Tamanprijek, Desa Tamanprijek, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Mahasiswa KKN-02 STAIM 2026 Desa Tamanprijek menghadirkan kegiatan bertajuk “Rabu Penuh Kreasi”. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang dikemas santai melalui aktivitas menggambar dan membuat kerajinan dari tutup botol plastik menjadi gantungan kunci.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN di bidang pendidikan dan kreativitas. Berbeda dengan pembelajaran formal yang setiap hari dijalani siswa di ruang kelas, kegiatan tersebut hadir sebagai ruang penyegaran agar proses belajar tidak selalu berlangsung dalam suasana monoton.

Anak-anak diajak bermain, berekspresi, berkreasi, sekaligus belajar melalui kegiatan yang mereka sukai.

Kegiatan diawali dengan lomba menggambar yang diikuti para siswa. Mereka diberikan ruang untuk menuangkan imajinasi melalui gambar sesuai kreativitas masing-masing.

Tidak hanya menilai hasil akhir, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk berani mengekspresikan ide sekaligus memahami bahwa setiap karya memiliki keunikan tersendiri.

Irara Pebrianti, selaku penanggung jawab kegiatan menggambar, menyampaikan bahwa aktivitas tersebut dihadirkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar dapat berkreasi dalam suasana yang lebih santai.

“Kegiatan menggambar ini kami hadirkan sebagai ruang refreshing bagi anak-anak setelah mereka setiap hari mengikuti pembelajaran formal. Kami ingin mereka memiliki kesempatan untuk bermain sekaligus mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Melalui gambar, setiap anak bisa menuangkan apa yang ada dalam pikirannya dengan caranya sendiri. Jadi, bukan hanya tentang siapa yang gambarnya paling bagus, tetapi bagaimana mereka berani berkreasi dan menikmati prosesnya,” ungkap Irara.

Selain menggambar, mahasiswa KKN mengajak para siswa membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik.

Kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara kreativitas dan edukasi lingkungan. Tutup botol yang selama ini sering dianggap sebagai sampah diperkenalkan kembali sebagai bahan sederhana yang dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Para siswa diajak membuat gantungan kunci dengan bentuk dan hiasan yang menarik. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, mereka belajar bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir di tempat sampah.

Dengan sedikit kreativitas dan keterampilan, benda sederhana dapat diubah menjadi kerajinan yang lucu, menarik, bahkan berpotensi menjadi produk yang dapat dijual.

SMPM 5 Pucang SBY

Rusydina Putri Permatahati, selaku narasumber dalam kegiatan pembuatan gantungan kunci, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya sederhana untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada anak-anak melalui cara yang menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak mengetahui bahwa sampah, khususnya tutup botol plastik, masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menarik. Paling tidak mereka tahu bahwa mengelola sampah itu bukan sesuatu yang membosankan, tetapi bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghasilkan karya. Dari sini mereka juga bisa belajar bahwa sesuatu yang dibuat sendiri dengan kreativitas ternyata memiliki nilai dan bahkan bisa dikembangkan menjadi barang yang dapat dijual,” jelas Rusydina.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampak menikmati proses menggambar maupun membuat kerajinan.

Suasana sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas pembelajaran formal berubah menjadi ruang kreativitas yang lebih cair, penuh warna, dan dihiasi berbagai ekspresi anak-anak.

Bagi mahasiswa KKN, Rabu Penuh Kreasi bukan sekadar kegiatan mengisi waktu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih variatif.

Belajar tidak selalu harus dilakukan dengan duduk, mendengarkan, dan mencatat. Belajar juga dapat berlangsung ketika anak menggambar, membuat sesuatu dengan tangannya sendiri, berdiskusi, tertawa, dan menemukan ide baru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-02 STAIM 2026 berharap para siswa memperoleh pengalaman sederhana namun berkesan.

Dari sebuah gambar, mereka belajar tentang keberanian berekspresi dan imajinasi. Dari sebuah tutup botol bekas, mereka belajar tentang kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemungkinan mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya yang bernilai.

Rabu Penuh Kreasi akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan di sekolah. Kegiatan ini menjadi ruang kecil untuk mengingatkan bahwa pendidikan juga membutuhkan jeda, kegembiraan, dan kebebasan untuk mencipta.

Sebab, di balik tangan-tangan kecil yang menggambar dan merangkai tutup botol, terdapat imajinasi besar yang sedang tumbuh dan menunggu untuk dikembangkan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/08/2026 14:30
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu