Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru MAM 5 Weru Siap Lanjut S2 PBSI Umsura, Perkuat SDM dan Budaya Akademik Sekolah

Iklan Landscape Smamda
Guru MAM 5 Weru Siap Lanjut S2 PBSI Umsura, Perkuat SDM dan Budaya Akademik Sekolah
Guru MAM 5 Weru yang siap meningkatkan kemampuan dengan melanjutkan studi S2. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus tumbuh di lingkungan Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 5 Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Di tengah pelaksanaan Visitasi Muhammadiyah Future School (MFS) oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Selasa (30/6/2026), sejumlah guru menyampaikan tekad untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2 PBSI) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Keinginan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Program Studi S2 PBSI Umsura, Dr. Mas’ulah, MA, yang turut hadir dalam rangkaian visitasi sebagai bagian dari tim asesor Muhammadiyah Future School.

Bagi para guru, studi lanjut bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik, melainkan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kapasitas diri sebagai pendidik.

Mereka ingin memperkuat kompetensi pedagogik, meningkatkan kemampuan penelitian, memperdalam penguasaan literasi, mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis bahasa dan sastra, hingga memperkuat budaya akademik di lingkungan madrasah.

Langkah tersebut dinilai penting seiring meningkatnya tuntutan dunia pendidikan yang menempatkan guru sebagai motor penggerak perubahan.

Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar di kelas, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah, melakukan penelitian tindakan kelas, memanfaatkan teknologi pembelajaran, serta membangun karakter peserta didik melalui pendekatan literasi.

Tak hanya guru, semangat yang sama juga datang dari sejumlah pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Weru.

Mereka menyatakan minat untuk melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kualitas kader dan kepemimpinan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat ranting.

Ketua Program Studi S2 PBSI Umsura, Dr. Mas’ulah, MA, menyambut baik antusiasme tersebut. Menurutnya, keinginan guru untuk terus belajar merupakan modal utama dalam membangun sekolah yang unggul dan berkemajuan.

“Saya melihat semangat luar biasa dari guru-guru MAM 5 Weru. Mereka tidak berhenti pada rutinitas mengajar, tetapi memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan magister. Inilah investasi terbaik bagi masa depan sekolah, karena kualitas lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru-gurunya,” ujar Mas’ulah.

Ia lalu menjelaskan, Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Umsura dirancang untuk menjawab kebutuhan guru masa kini yang dituntut adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia pendidikan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Mahasiswa tidak hanya memperdalam teori bahasa dan sastra Indonesia, tetapi juga dibekali kemampuan melakukan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah, mengembangkan media pembelajaran inovatif, memperkuat budaya literasi sekolah, hingga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah,” ujarnya.

Kata Mas’ulah, kuliah di jenjang magister bukan sekadar mengejar ijazah. Yang jauh lebih penting adalah membangun kapasitas intelektual, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan riset, dan melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung bagi peserta didik maupun kemajuan sekolah,” ungkapnya.

“Peningkatan kualitas SDM guru menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul. Sekolah yang maju tidak hanya ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga oleh tenaga pendidik yang memiliki budaya belajar sepanjang hayat.

Kata Mas’uah, di S2 PBSI Umsura sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Ketika semakin banyak guru melanjutkan studi, maka ekosistem akademik di sekolah juga akan semakin kuat.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan guru, tetapi juga peserta didik, lembaga, bahkan masyarakat luas,” tegasnya

Menurut dia, antusiasme guru-guru MAM 5 Weru tersebut menjadi salah satu potret tumbuhnya kesadaran pentingnya capacity building di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Pengembangan SDM dipandang sebagai kebutuhan strategis agar lembaga pendidikan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mempertahankan kualitas layanan pendidikan.

“Dengan bekal pendidikan magister, para guru akan mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Mereka dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, memperkuat gerakan literasi, meningkatkan produktivitas karya ilmiah, membimbing siswa berprestasi, sekaligus memperkuat tata kelola sekolah berbasis mutu,” papar Mas’ulah. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 30/06/2026 21:39
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu