Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) di MTs Muhammadiyah 9 (MTs Mudahlan) Wotan, Panceng, Gresik Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung dengan penuh khidmat.
Perhatian seluruh peserta tertuju pada momen krusial yang digelar pada Selasa (14/7/2026), yakni prosesi penyematan atribut secara simbolis kepada para siswa baru. Seremonial yang berlangsung di halaman madrasah setelah Apel Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini menandai dikukuhkannya mereka sebagai anggota baru keluarga besar MTs Mudahlan.
Atribut madrasah disematkan langsung oleh Kepala MTs Mudahlan, Ahmad Sholih SHI, dengan disaksikan oleh seluruh guru, staf tenaga kependidikan, panitia, serta kakak kelas.
Penyematan ini bukan sekadar formalitas awal tahun ajaran, melainkan sebuah simbol kepercayaan dan penerimaan yang hangat. Lewat atribut yang kini mereka kenakan, para siswa baru dinyatakan siap untuk melebur dalam lingkungan belajar serta mengikuti seluruh program pembentukan karakter yang menjadi keunggulan MTs Mudahlan.
Fase untuk Bertumbuh
Dalam pidato sambutannya, Ahmad Sholih mengungkapkan rasa syukur sekaligus mengucapkan selamat datang kepada tunas-tunas muda yang baru bergabung. Ia mendorong para siswa untuk memaksimalkan masa sekolah ini sebagai fase terbaik untuk bertumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
“Selamat datang di keluarga besar MTs Mudahlan. Hari ini bukan hanya menjadi awal tahun ajaran baru, tetapi juga awal perjalanan kalian untuk mengukir prestasi, membangun karakter, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki,” tutur Ahmad Sholih penuh semangat.
Ia juga menambahkan pesan penting mengenai nilai-nilai kehidupan yang harus dipegang teguh.
“Jadilah pribadi yang disiplin, berintegritas, serta membawa nama baik madrasah di mana pun berada,” tegasnya.
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti lapangan saat prosesi berlangsung. Dengan penuh khidmat, para murid kelas VII menerima atribut baru mereka, diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh peserta apel sebagai bentuk dukungan moral. Momen ini mempertegas prinsip inklusivitas madrasah, di mana setiap siswa baru berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang tanpa memandang latar belakang.
Melalui tradisi ini, MTs Mudahlan memperkuat komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang religius, ramah anak, dan berbasis karakter.
Selama fase Matamuda, para siswa akan dibekali dengan orientasi mengenai:
- Kultur akademik dan tata tertib madrasah.
- Berbagai program unggulan yang disediakan.
- Nilai-nilai ideologi Kemuhammadiyahan sebagai fondasi utama.
Meskipun dikemas secara sederhana, prosesi yang sarat makna ini sukses membuka babak baru bagi siswa kelas VII. Mengusung modal kebersamaan yang kuat sejak hari pertama, MTs Mudahlan optimis dapat mencetak generasi masa depan yang kokoh secara spiritual, kaya ilmu, berakhlak mulia, serta siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments