Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad), yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim), mendapat kesempatan menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus melalui program magang di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Kantor Cabang Kota Madiun.
Dua mahasiswa semester 6, Maikel Jeksen dan Dyahayyu Amalia, mengikuti program magang tersebut selama satu bulan. Mereka terlibat langsung dalam aktivitas kerja di lingkungan perbankan syariah.
Dosen Pembimbing Lapangan, Balqis Al Kubro, M.Mat., mengatakan program magang dirancang sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu akademik dalam situasi kerja nyata, khususnya di bidang perbankan syariah.
“Mahasiswa dibimbing untuk mengasah kemampuan menganalisis data, memahami risiko keuangan, serta membangun komunikasi dan sikap profesional di tempat kerja,” ujar Balqis, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, pengalaman selama magang menunjukkan perkembangan positif pada diri mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar mengenai pekerjaan teknis, tetapi juga dituntut mampu bekerja secara mandiri dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam hal kemandirian, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan,” terang Balqis.
Balqis menilai kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan dunia perbankan. Kolaborasi semacam ini penting untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.
“Saya berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin erat, karena program ini sangat bermanfaat dalam membentuk lulusan aktuaria yang kompeten dan siap berkontribusi di industri keuangan syariah,” katanya.
Kepala Program Studi Ilmu Aktuaria Ummad, Lenny Dewi Puspita, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan magang merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman.
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik profesional di dunia industri.
“Dengan mengikuti proses magang ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan analisis data, manajemen risiko, komunikasi, serta profesionalisme yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor jasa keuangan syariah,” jelas Lenny.
Dia juga mengapresiasi sinergi antara Program Studi S1 Ilmu Aktuaria UMMAD dan BSI dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi industri.
Pengalaman di Lapangan
Bagi mahasiswa, magang menjadi pengalaman pertama untuk melihat secara langsung bagaimana aktivitas perbankan berlangsung.
Maikel Jeksen mengatakan, pada awal kegiatan, peserta magang terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai proses dan mekanisme magang di Kantor Cabang BSI Kota Madiun.
Setelah itu, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai deskripsi pekerjaan atau job desk yang harus dijalankan selama mengikuti program.
“Pekan pertama proses magang yang kita lakukan masih mengenai pekerjaan administrasi. Kami diajari beberapa hal terkait pekerjaan perbankan, seperti pembukaan rekening dan memberikan arahan kepada nasabah,” terang Maikel.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga belajar berinteraksi dengan nasabah, bekerja secara teliti, serta mengikuti prosedur yang berlaku di lingkungan perbankan.
Program magang ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa Ilmu Aktuaria Ummad untuk mengenali kebutuhan industri secara lebih dekat.
Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kompetensi akademik sekaligus membentuk kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional, khususnya sektor jasa keuangan syariah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments