Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kembali mencatatkan prestasi melalui capaian tenaga kependidikan (tendik). Rektor Umsura, Mundakir, secara resmi melepas empat tenaga kependidikan yang berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan studi magister di luar negeri dan dalam negeri.
Prosesi pelepasan berlangsung di Gedung At-Tauhid Lantai 13 Umsura. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi Radius Setiyawan serta Wakil Rektor Bidang Keuangan, Aset, dan Infrastruktur Endah Hendarwati.
Keempat tendik tersebut merupakan kader terbaik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), alumni Universitas Muhammadiyah Surabaya, sekaligus lulusan Muhammadiyah Scholarship Program Preparation (MSPP). Mereka berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi bereputasi melalui program beasiswa bergengsi.
Keberhasilan para alumni Umsura menembus perguruan tinggi di India, Rusia, dan Indonesia menjadi bukti daya saing akademik serta kemampuan lulusan Umsura untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Tiga di antaranya berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk studi di luar negeri, sedangkan satu lainnya diterima melanjutkan pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Salah satu penerima beasiswa adalah Ekita Rusdiyanti, tenaga kependidikan Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (BPMB) Umsura. Ia diterima di Nalanda University, India, melalui Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Scholarship, beasiswa penuh yang diberikan Pemerintah India kepada mahasiswa internasional.
Penerima berikutnya adalah Riska Rahayu Roisyiah, tenaga kependidikan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS). Riska berhasil meraih Russian Government Scholarship dan memperoleh jaminan penerimaan untuk melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi unggulan di Rusia, yaitu Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University, Moscow State University of Education, atau HSE University.
Prestasi serupa diraih Salma Nadia Salsabila, tenaga kependidikan Lembaga Pengkajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) Umsura. Salma juga memperoleh Russian Government Scholarship dengan pilihan kampus State University of Management Moscow, Ural State University of Economics, dan Saint Petersburg University.
Sementara itu, Wahyudi Kholilullah diterima melanjutkan studi magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Program Studi Sistem dan Teknik Jalan Raya, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan.
Dalam sambutannya, Mundakir menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para tenaga kependidikan yang berhasil menembus perguruan tinggi bereputasi dunia. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa tenaga kependidikan tidak hanya berperan dalam mendukung administrasi kampus, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi akademisi dan intelektual yang berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini. Atas nama pimpinan universitas, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh tendik yang telah membawa nama baik Umsura di tingkat internasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa budaya akademik di kampus terus tumbuh dan membuka kesempatan bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujar Mundakir.
Ia menegaskan bahwa investasi terbaik bagi perguruan tinggi adalah pengembangan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Umsura terus mendorong dosen maupun tenaga kependidikan untuk melanjutkan pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ketika Anda belajar di luar negeri, jangan hanya mengejar gelar. Bangun jejaring akademik seluas-luasnya, kenalkan Umsura dan Muhammadiyah kepada dunia, serta bawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi yang dapat memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian di kampus ini,” pesannya.
Mundakir menambahkan, semakin banyak sivitas akademika yang aktif di forum internasional, semakin kuat pula rekognisi global Umsura. Menurutnya, jejaring akademik internasional menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan reputasi dan daya saing perguruan tinggi.
“Reputasi sebuah universitas dibangun melalui kualitas manusianya. Ketika sivitas akademika mampu berkolaborasi dengan berbagai institusi dunia, menghasilkan karya ilmiah, dan membawa nama universitas di tingkat global, maka rekognisi internasional terhadap kampus akan semakin kuat. Inilah yang terus kami dorong sebagai bagian dari transformasi Umsura menuju universitas yang berdaya saing global,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments