Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Gemilang (Gerakan Memilah dan Melindungi Lingkungan).
Berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, sanitasi, serta mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat.
Program Gemilang berlangsung pada Senin (13/7/2026) pukul 12.30 WIB di Balai Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut terhadiri oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri atas perwakilan 17 RT, perangkat Desa Klenang Kidul, karang taruna, PKK, serta perwakilan masyarakat dari lima dusun.
Antara lain Dusun Krajan, Dusun Sukun, Dusun Tampengan, Dusun Jatigunung, dan Dusun Tekong. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung upaya bersama menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Langkah Sederhana Menjaga Lingkungan
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKN Kelompok 12 Umsura, Althof Octaviano.
Dalam sambutannya, Althof menyampaikan bahwa Gemilang merupakan salah satu program unggulan yang dirancang berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat Desa Klenang Kidul.
Program ini hadir sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dari rumah masing-masing.
“Melalui Program Gemilang, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan baru yang berdampak positif bagi Desa Klenang Kidul” ujar Althof.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Heri Nurdi selaku pimpinan BPBD Kabupaten Probolinggo. Ia memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura yang telah mengangkat isu pengelolaan lingkungan sebagai fokus utama kegiatan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, permasalahan lingkungan saat ini bukan hanya berkaitan dengan kebersihan semata, tetapi juga berhubungan erat dengan meningkatnya risiko berbagai bencana. Khususnya banjir yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo.
Heri menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana tidak selalu diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur berskala besar.
Edukasi kepada masyarakat dan perubahan perilaku dalam mengelola lingkungan merupakan bentuk mitigasi nonstruktural yang memiliki dampak besar apabila dilakukan secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun desa yang lebih tangguh terhadap bencana.
Fondasi Utama Masyarakat Sehat
Sambutan terakhir disampaikan oleh Bukhori yang mewakili Kepala Desa Klenang Kidul. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara KKN Kelompok 12 Umsura dengan BPBD Kabupaten Probolinggo.
Bukhori berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Tetapi juga mampu menjadi awal terbentuknya budaya menjaga kebersihan lingkungan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Umsura dan BPBD Kabupaten Probolinggo atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Klenang Kidul. Semoga ilmu yang disampaikan dapat diterapkan oleh masyarakat dan membawa manfaat bagi lingkungan desa” ujar Bukhori.
Memasuki sesi inti, materi Program Gemilang disampaikan oleh Saiful Lana. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Berbagai persoalan kesehatan seperti diare, demam berdarah dengue (DBD), hingga stunting memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Persoalan sampah bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan dan meningkatkan risiko bencana” terang Saiful.
Oleh karena itu, lanjutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman.
Di samping itu, Narasumber juga menjelaskan bahaya kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan saluran drainase.
Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan aliran air yang dapat memicu banjir ketika curah hujan tinggi.





0 Tanggapan
Empty Comments