Logo Muhammadiyah Historical Walk (MHW) tidak sekadar menjadi identitas visual sebuah kegiatan. Setiap elemennya dirancang untuk menggambarkan perjalanan sejarah Muhammadiyah, dari jejak masa lalu hingga perjuangan yang terus dilanjutkan pada masa depan.
Ahmad Fauzul, desainer logo MHW, menjelaskan, gagasan utama logo tersebut adalah kesinambungan jelang pelaksanaan MHW Batch 3 pada Ahad (4/10/2029).
Perjalanan sejarah Muhammadiyah dipandang bukan sebagai kumpulan peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan rangkaian perjuangan yang terus bergerak dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Muhammadiyah Historical Walk adalah perjalanan menyusuri jejak masa lalu untuk memahami nilai perjuangan, menghidupkannya pada masa kini, dan meneruskannya menuju masa depan,” kata Fauzul, Jumat (2/9/2026).
Dia lalu menjelaskan, filosofi tersebut dituangkan melalui sejumlah elemen visual dalam logo. Salah satunya adalah bentuk lingkaran yang menjadi bingkai utama.
Menurut Fauzul, lingkaran melambangkan perjalanan sejarah yang utuh dan berkesinambungan. Bentuk tersebut sekaligus menggambarkan kebersamaan karena MHW tidak hanya menghubungkan tempat-tempat bersejarah, tetapi juga manusia, gagasan, dan nilai yang membentuk perjalanan Muhammadiyah.
Menurut dia, dua lapis lingkaran di dalam logo kemudian dimaknai sebagai hubungan antara masa lalu dan masa depan.
“Masa lalu menjadi sumber pelajaran. Masa depan menjadi arah perjalanan. Di antara keduanya, manusia hari ini berjalan untuk memahami, merawat, dan meneruskan warisan perjuangan,” ujar pria kelahiran Lamongan itu.
Elemen lain yang menjadi pusat logo adalah monogram huruf M dan W. Fauzul menjelaskan, huruf M merepresentasikan Muhammadiyah, sedangkan W merujuk pada Walk atau berjalan.
Keduanya dibuat saling bertaut untuk menggambarkan bahwa Muhammadiyah dipahami melalui sebuah perjalanan.
Bukan hanya perjalanan secara fisik, tetapi juga perjalanan waktu, pemikiran, dakwah, dan manusia yang menghidupkan gerakan.
“Bentuknya yang tegas sekaligus simetris memberi kesan bahwa perjalanan sejarah memiliki fondasi yang kuat,” kata Fauzul.
Jalinan garis pada monogram juga memiliki makna tersendiri. Kata dia, bentuk tersebut menggambarkan bahwa sejarah Muhammadiyah dibangun oleh banyak unsur, mulai tokoh, kader, amal usaha, pendidikan, kesehatan, dakwah, sosial, hingga perjuangan masyarakat.
“Tidak ada satu generasi yang berdiri sendiri. Setiap generasi menerima jejak dari generasi sebelumnya dan meninggalkan jejak bagi generasi berikutnya,” jelasnya.
Jejak Kaki Sekaligus Simbol Tak Berujung
Fauzul juga mengatakan, unsur jejak kaki dalam logo merupakan representasi langsung dari konsep MHW, yakni berjalan menyusuri tempat-tempat bersejarah.
Namun, bentuk jejak tersebut sekaligus menyerupai simbol tak berujung (infinity). Simbol ini menggambarkan kesinambungan dan perjuangan yang tidak terputus.
“Sejarah boleh memiliki tanggal dan tempat. Namun, nilai perjuangan tidak berhenti ketika sebuah peristiwa selesai,” tuturnya.
Nilai-nilai seperti amar makruf nahi mungkar, pendidikan, pelayanan sosial, pembaruan, dan dakwah, lanjut dia, terus diteruskan oleh generasi berikutnya.
Karena itu, jejak dalam logo MHW tidak hanya menunjukkan perjalanan ke masa lalu, tetapi juga mengandung pesan tentang langkah yang harus dilanjutkan.
“MHW bukan sekadar historical walk. Ia adalah berjalan untuk mengingat, memahami untuk meneruskan,” tegas Fauzul.
Sementara itu, dominasi warna hitam dan putih dipilih untuk memberikan kesan klasik, tegas, dan dokumenter.
Fauzul menjelaskan, warna hitam dapat dimaknai sebagai ruang sejarah yang menyimpan berbagai jejak, sedangkan putih menjadi simbol cahaya pengetahuan dan nilai yang menerangi perjalanan.
“Secara visual, warna tersebut juga membuat logo terasa sederhana dan kuat sehingga cocok dengan karakter kegiatan yang berkaitan dengan sejarah,” katanya.
Dengan demikian, setiap elemen logo MHW memiliki keterkaitan dengan gagasan besar kegiatan tersebut. Lingkaran menggambarkan kesinambungan, M dan W menunjukkan identitas Muhammadiyah Historical Walk, jalinan garis menggambarkan keterhubungan antargenerasi, sedangkan jejak kaki sekaligus simbol infinity menegaskan perjalanan yang terus berlanjut.
Fauzul merangkum filosofi logo MHW dalam satu kalimat, “Berjalan menelusuri jejak, memahami sejarah, meneruskan perjuangan.” (*)





0 Tanggapan
Empty Comments