SD Muhammadiyah 19 Surabaya melakukan kunjungan ke SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Kamis (1/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi praktik baik sekaligus bertukar gagasan dalam mengembangkan strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Rombongan SD Muhammadiyah 19 Surabaya yang terdiri dari sembilan peserta disambut Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ust. Ach. Barizi, M.Pd., beserta jajaran tim manajerial sekolah. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di ruang pertemuan lantai 2 SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
Kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan dan memperoleh referensi dalam pengelolaan SPMB, khususnya terkait strategi membangun jejaring dengan TK, mengenalkan program sekolah kepada masyarakat, memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, mengelola database, serta mengembangkan program yang dapat meningkatkan keterlibatan calon wali murid dengan sekolah.
Selain berbagi pengalaman, kunjungan juga menjadi ruang bagi kedua sekolah untuk saling memberikan masukan dan mendiskusikan kemungkinan menginisiasi program-program baru yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing sekolah.
Kegiatan dipandu Ust. Muhammad Zainudin, S.Pd., selaku MC. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Muhammadiyah 19 Surabaya Ust. Maliki, S.Th.I., M.Pd., dan Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ust. Ach. Barizi, M.Pd.
Sesi utama diisi pemaparan praktik baik SPMB SD Muhammadiyah 18 Surabaya oleh Ustd. Desy Kriswintari, M.Pd. atau Ustadzah Ecy.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Ecy menjelaskan bahwa SPMB di SDM 18 tidak hanya dipandang sebagai kegiatan promosi menjelang penerimaan murid baru. SPMB dirancang sebagai sebuah sistem yang terintegrasi melalui tahapan Prepare, Attract, Engage, Convert, Advocate, dan Reflect.
Salah satu prinsip yang dikembangkan adalah “Sekolah hadir sebelum orang tua memilih sekolah.” Karena itu, sekolah perlu membangun hubungan dan memperkenalkan berbagai programnya kepada masyarakat sebelum orang tua menentukan pilihan sekolah.
Pada tahap attract dan engage, SDM 18 melakukan pendekatan kepada TK melalui kunjungan, komunikasi, serta kerja sama atau MoU. Sekolah juga terlibat dalam berbagai event TK melalui dukungan seperti pemberian voucher pendidikan dan souvenir.
Strategi lainnya adalah open table pada event TK. Melalui kegiatan ini, sekolah dapat memberikan informasi secara langsung, menghadirkan aktivitas edukatif bagi siswa TK, mengenalkan program sekolah, sekaligus membangun interaksi dengan calon wali murid.
SDM 18 juga mengembangkan multi-channel marketing dengan memanfaatkan Instagram, WhatsApp, YouTube, dan website. Konsep yang digunakan adalah “Satu Pesan, Banyak Channel”, sehingga informasi mengenai sekolah dapat disampaikan secara konsisten melalui berbagai media.
Strategi lain yang dibagikan meliputi program afiliasi, special discount dan limited time, serta beasiswa prestasi.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing dan tanya jawab. Diskusi berlangsung interaktif. Peserta dari kedua sekolah saling bertukar pengalaman, mengajukan pertanyaan, serta memberikan masukan mengenai strategi pengembangan SPMB.
Dari kunjungan tersebut, SD Muhammadiyah 19 Surabaya memperoleh sejumlah referensi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah, antara lain strategi pendekatan kepada TK, pemanfaatan berbagai kanal komunikasi, pengelolaan database, pengembangan program afiliasi, serta penguatan interaksi dengan calon wali murid.
Diskusi juga menghasilkan gagasan untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah, terutama dalam berbagi pengalaman dan mengembangkan inovasi program sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ust. Ach. Barizi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi praktik baik antarsekolah merupakan bagian penting dalam membangun budaya saling belajar.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada kegiatan berbagi informasi, tetapi dapat menjadi ruang untuk saling belajar, memberikan inspirasi, dan menguatkan antar sekolah Muhammadiyah. Setiap sekolah memiliki karakteristik masing-masing sehingga praktik baik yang dibagikan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah,” ujarnya.
Ust. Maliki juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan berbagi yang diberikan SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
“Terima kasih atas sambutan dan sharing praktik baik SPMB yang diberikan SD Muhammadiyah 18. Semoga ada hal-hal baik yang dapat kami terapkan di SD Muhammadiyah 19. Harapannya, ke depan kita senantiasa dapat bersinergi dan saling menguatkan dalam praktik-praktik baik di sekolah,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur sekolah. Rombongan SD Muhammadiyah 19 Surabaya melihat secara langsung ruang kelas serta berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring dan budaya berbagi praktik baik di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui kolaborasi, setiap sekolah dapat saling belajar, mengembangkan inovasi, dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments