Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dongeng Kak Tobi Semarakkan Pensil Warna 2026 di SD Mugres

Iklan Landscape Smamda
Dongeng Kak Tobi Semarakkan Pensil Warna 2026 di SD Mugres
Kak Tobi berhasil memeriahkan suasana Pensil Warna hari ke-2 di SD Mugres Kampus A. Foto: Abizar Purnama/PWMU.CO
pwmu.co -

Gelak tawa, nyanyian ceria, dan wajah-wajah penuh antusias mewarnai hari kedua kegiatan Pensil Warna 2026 (Pengenalan dan Silaturahmi Siswa, Guru, dan Lingkungan Sekolah) di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan A.R. Fakhruddin Square itu diikuti murid kelas I hingga VI.

Sejak pagi, para murid mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Dongeng Persahabatan bersama pendongeng Kak Tobi.

Sebelum memulai dongeng, Kak Tobi mengajak seluruh peserta bernyanyi dan menari bersama diiringi lagu Di Sini Senang, Di Sana Senang. Suasana pun semakin meriah ketika para murid kompak mengikuti setiap gerakan dan lirik lagu.

Setelah suasana mencair, Kak Tobi menghadirkan tokoh boneka bernama O’o untuk menyapa para murid. Melalui karakter tersebut, ia mengajukan sejumlah pertanyaan sederhana. Murid yang berani mengangkat tangan dan menjawab dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Dongeng Sarat Nilai Pantang Menyerah

Kak Tobi kemudian membawakan dongeng tentang sekumpulan hewan yang berlomba meraih buah ceri di puncak pohon. Dalam cerita tersebut, harimau, monyet, kelinci, dan semut sama-sama berusaha mencapai tujuan mereka.

Agar cerita lebih menarik, Kak Tobi mengajak tiga murid untuk memerankan tokoh-tokoh dalam dongeng tersebut.

Harimau mengandalkan kekuatan, monyet mengandalkan kelincahan, sedangkan kelinci mengandalkan kecepatan. Namun, saat menghadapi berbagai rintangan, ketiganya mulai kehilangan semangat dan memilih menyerah.

Berbeda dengan mereka, semut yang bertubuh kecil tetap berusaha. Meski berkali-kali terjatuh dan harus menempuh perjalanan yang lebih sulit, semut terus melangkah hingga akhirnya berhasil meraih buah ceri.

Di akhir dongeng, Kak Tobi mengajak para murid mengambil hikmah dari kisah tersebut.

SMPM 5 Pucang SBY

“Adik-adik, seperti semut, kita tidak boleh mudah menyerah. Walaupun merasa kecil atau menghadapi kesulitan saat belajar di sekolah baru, dengan usaha yang konsisten kita pasti bisa meraih impian,” pesannya.

Belajar Demokrasi dan Tolak Perundungan

Usai kegiatan di lapangan, seluruh murid kembali ke kelas untuk mengikuti kegiatan bersama wali kelas. Salah satu agendanya adalah pembelajaran demokrasi melalui pemilihan calon ketua dan wakil ketua kelas.

Para murid tampak antusias mengusulkan nama teman-temannya untuk menjadi calon pemimpin kelas. Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.

Sebagai penutup, setiap kelas melaksanakan Deklarasi Antiperundungan. Seluruh murid membubuhkan cap tangan berwarna-warni pada selembar karton sebagai simbol komitmen untuk saling menghargai, menyayangi, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.

Salah satu murid kelas VI, Alkhalifi Zikri Hamizan, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hari itu.

“Seru sekali hari ini. Tadi di lapangan kami bisa joget dan bernyanyi bersama Kak Tobi. Ceritanya juga lucu, tetapi ada pelajaran penting, yaitu kita tidak boleh mudah menyerah,” ungkap Zikri. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 16/07/2026 12:58
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu