MI Muhammadiyah Resik, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Pramuka Siaga Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Sambeng dengan mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW), Kamis (6/8/2026), di MI Al-Aziz Tenggiring.
Keikutsertaan MI Muhammadiyah Resik menjadi perhatian karena seluruh kontingen, baik peserta maupun pembina, tampil kompak mengenakan seragam Hizbul Wathan. Meski mayoritas peserta mengenakan seragam Pramuka, kontingen MI Muhammadiyah Resik tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama peserta dari madrasah lain.
Kontingen MI Muhammadiyah Resik terdiri atas 10 siswa kelas IV, yakni delapan siswa putra dan dua siswa putri. Mereka didampingi dua pembina Hizbul Wathan, Muhammad Sigit Prasetyo dan Emi Kestiyah.
Latihan Gabungan Pramuka Siaga tersebut diikuti oleh Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Sambeng sebagai bagian dari pembinaan anggota Pramuka Siaga. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan sebagai persiapan menuju Predikat Pramuka Siaga Garuda.
Berbagai aktivitas disajikan melalui permainan edukatif, simulasi, diskusi, demonstrasi, hingga kerja sama kelompok. Materi kegiatan diarahkan untuk mengembangkan aspek Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik (Sesosif).
Meskipun mengenakan seragam yang berbeda, siswa-siswi MI Muhammadiyah Resik tetap aktif mengikuti kegiatan bersama peserta dari madrasah lain. Mereka mengikuti setiap materi, bekerja sama dalam kelompok, serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai madrasah.
Pembina Hizbul Wathan MI Muhammadiyah Resik, Muhammad Sigit Prasetyo, mengatakan Latihan Gabungan menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik untuk belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan menjalin persaudaraan.
“Latihan Gabungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak. Mereka belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, sekaligus menjalin persaudaraan dengan teman-teman dari madrasah lain. Kami bangga mengenakan seragam Hizbul Wathan karena ini adalah identitas kepanduan Muhammadiyah,” ujarnya.
Sigit juga mengaku bangga melihat para siswa tetap percaya diri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Saya bangga melihat anak-anak tetap percaya diri memakai seragam Hizbul Wathan. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berprestasi, melainkan menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan mempererat persaudaraan,” tambahnya.
Sementara itu, pembina Hizbul Wathan, Emi Kestiyah, menilai Latgab menjadi pengalaman yang dapat meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri peserta.
“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap materi. Mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta mempersiapkan diri menjadi Pramuka Siaga Garuda. Semoga pengalaman ini semakin memotivasi mereka untuk terus berkembang,” tuturnya.
Kepala MI Muhammadiyah Resik, Karlik Indartatik, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan Latihan Gabungan ini dengan baik. Kami merasa bangga karena anak-anak MI Muhammadiyah Resik dapat mengikuti kegiatan dengan percaya diri mengenakan seragam Hizbul Wathan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai wadah pembinaan karakter sekaligus mempererat persaudaraan antara Hizbul Wathan dan Pramuka,” ungkapnya.
Menurut Karlik, nilai-nilai yang ditanamkan melalui Hizbul Wathan maupun Pramuka sama-sama dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik, seperti religius, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan.
Keikutsertaan MI Muhammadiyah Resik dalam Latihan Gabungan Pramuka Siaga tersebut menjadi pengalaman bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan, membangun kerja sama, serta memperluas persahabatan dengan peserta dari madrasah lain tanpa harus meninggalkan identitas kepanduan yang mereka kenakan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments